Tanggal 10 Oktober diperingati sebagai Hari Kesehatan Mental Global. Pada tahun ini, tema yang diangkat oleh WHO adalah “Make mental health & well-being for all a global priority”. Harapannya, kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan mental dapat terus meningkat. Seiring dengan hal tersebut, kesejahteraan masyarakat juga diharapkan mampu bisa terjamin.

Memang betul, menurut saya, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental makin meningkat. Itu yang saya lihat di media sosial. Topik-topik seperti luka batin, trauma, depresi, dan kewawasan (mindfulness) sering diperbincangkan. Namun, tidak dapat dimungkiri, stigma masih menghantui para penyintas. Mereka kerap dijauhi, dipandang sebelah mata, dan dianggap tidak dapat bersaing sebagai tenaga kerja.

Perjalanan hidup William Chester Minor—seorang dokter yang mengalami gangguan kesehatan mental—mungkin bisa menjadi salah satu contoh yang bisa mematahkan stigma tersebut. Di rumah sakit jiwa, Minor berkontribusi terhadap penyusunan kamus Oxford. Bagaimana ceritanya?

Beliau merupakan seorang dokter bedah tentara Amerika Serikat yang lahir pada 22 Juni 1834 dan meninggal pada 26 Maret 1920. Dokter Minor diberitakan sebagai pribadi yang akademik. Beliau tidak berminat pada ranah militer. Namun, Minor tidak dapat menolak tugas yang diberikan kepadanya. Jiwa Minor lantas terguncang ketika menangani korban Pertempuran Wilderness (5–7 Mei 1864). Dia mengalami trauma bahkan gejala delusi. Minor dibebastugaskan dan dirawat di rumah sakit jiwa. Pada 1872, dia menembak mati seseorang. Minor lantas dimasukkan ke Rumah Sakit Jiwa Broadmoor.

Minor ditempatkan di blok yang tidak terlalu ketat karena kondisinya tidak separah pasien lainnya. Dia boleh membeli buku dari toko buku langganannya di London. Dari kurir toko buku tersebut, Minor mendapatkan informasi tentang kontributor sukarela untuk kamus Oxford yang tengah disusun oleh James Murray, seorang leksikografer. Tanpa disangka, sekitar sepuluh ribu lema dalam kamus Oxford saat itu merupakan sumbangsih dari William Chester Minor yang lambat laun didiagnosis mengidap skizofrenia.

William Chester Minor membuktikan bahwa seseorang yang mengalami gangguan kesehatan mental dapat bekerja dan bermanfaat bagi kehidupan bermasyarakat. Selain itu, beberapa teman saya yang tengah berjuang merawat kesehatan jiwanya juga menghasilkan karya-karya yang brilian.

Semoga saja, label-label negatif yang masih melekat di dunia kesehatan mental dapat segera terhapuskan. Terlebih, semoga kesehatan mental saya dan Kerabat Nara sekalian bisa senantiasa terjaga dengan baik.

 

Rujukan:

 

Penulis: Yudhistira

Penyunting: Ivan Lanin