Narabahasa turut memeriahkan Oktober yang dikenal sebagai Bulan Bahasa dan Sastra. Itu bukan hanya karena kami bergerak dalam layanan kebahasaan, melainkan juga karena kami percaya, entah dipelajari entah tidak, bahasa adalah inti hati yang punya sejarah sendiri. Ia senantiasa menyimpan jejak dan memori.

Atas keyakinan itu, Narabahasa membuat tiga mata acara yang dirangkai dalam tajuk acara Festival Tapak Tilas. Sabtu ini (15 Oktober 2022), mari kita peluk erat bahasa isyarat dalam “Mendekat ke Isyarat” bersama Bu Laura Lesmana Wijaya, Ketua Pusat Bahasa Isyarat Indonesia. Sabtu depan (22 Oktober 2022), kita cari tahu lebih dalam mengenai bahasa-bahasa gaul yang pernah dan sedang bertumbuh bersama Mbak Debby Sahertian dan Mas Fauzan Al-Rasyid dalam “Gaul Bukan Amburadul”. Pekan depannya lagi, Jumat (28 Oktober 2022), bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, kita masuk ke “Mesin Waktu Bahasa Indonesia” bersama Pak Maryanto dan Pak Djoko Saryono untuk meninjau perkembangan bahasa Indonesia secara umum.

Bersama Bu Laura Lesmana Wijaya–seorang Teman Tuli sekaligus Ketua Pusat Bahasa Isyarat Indonesia–pada acara terdekat, kita akan sama-sama memopulerkan bahasa isyarat. Kita bahas permulaan bahasa isyarat, cara Teman Tuli berkomunikasi sebelum bahasa isyarat diciptakan, serta wujud bahasa isyarat di negara lain.

Kita tentu sepakat bahwa bahasa isyarat tidak sekadar menghubungkan kita, tetapi juga membuat kita mengerti bahwa keberagaman dan kedamaian dapat berjalan seiring. Oleh karena itu, Narabahasa mengajak Kerabat Nara untuk mendekat ke isyarat.

 

Salam takzim,

Thesa Nurmanarina

Sekretaris Direktur dan Spesialis Hubungan Masyarakat