Beberapa kata dalam bahasa Indonesia merupakan palindrom, yakni ‘kata, rangkaian kata, atau bilangan yang terbaca sama, baik dari depan maupun dari belakang’. Contohnya ialah katak, kodok, radar, dan taat. Bagaimana perkembangan palindrom dari masa ke masa?

Dalam bahasa Inggris, palindrom disebut sebagai palindrome. Kata ini diserap dari kata bahasa Yunani palindromos. Palindromos terbentuk dari palin yang berarti ‘back’ atau ‘again’ dan dromos yang berarti ‘route’ atau ‘road’. Secara keseluruhan, palindromos memaknai ‘running back again.

Salah satu orang yang sering diatribusikan dengan konsep palindrom adalah Sotades, seorang penyair Yunani Kuno. Dia dikenal dengan puisi-puisi palindrom. Bahkan, ada yang menyebut puisi palindrom sebagai Sotadic verse. Berbeda dengan kata palindrom, puisi palindrom memainkan baris-baris yang bisa dibaca dari belakang. Nama lain puisi palindrom adalah puisi cermin atau mirrored poetry.

Berikut adalah contoh puisi palindrom yang ditulis oleh Natasha Trethewey.

Myth

I was asleep while you were dying.

It’s as if you slipped through some rift, a hollow

I make between my slumber and my waking,

 

the Erebus I keep you in, still trying

not to let go. You’ll be dead again tomorrow,

but in dreams you live. So I try taking

 

you back into morning. Sleep-heavy, turning,

my eyes open, I find you do not follow.

Again and again, this constant forsaking.

 

*

 

Again and again, this constant forsaking:

my eyes open, I find you do not follow.

You back into morning, sleep-heavy, turning.

 

But in dreams you live. So I try taking,

not to let go. You’ll be dead again tomorrow.

The Erebus I keep you in—still, trying—

 

I make between my slumber and my waking.

It’s as if you slipped through some rift, a hollow.

I was asleep while you were dying.

 

Selain puisi, ada pula palindrom numerik, seperti 10101. Bahkan, ada sebutan tanggal palindrom sedunia, yakni 2 Februari 2020 yang setara dengan 02-02-2020.

Ternyata, kata yang terbaca sama jika dieja dari belakang memiliki sebutan, yaitu palindrom. Lebih dari itu, palindrom tidak hanya terbatas pada tataran kata. Kalimat, angka, bahkan puisi dapat juga berdiri sebagai palindrom.

 

Rujukan:

 

Penulis: Yudhistira

Penyunting: Ivan Lanin