Prefiks ter- sudah banyak dibahas oleh para ahli bahasa. Mees (1957), Slametmuljana (1957), Alisjahbana (1982), Badudu (1981), Keraf (1984), Purwo (1985), Ramlan (1987), Kridalaksana (1989), Alieva dkk. (1991), Tadjuddin (1993), serta Alwi dkk. (1998) merupakan sederet nama yang telah mengkaji ter- secara mendalam. Pada 2000, Sasangka, Hastuti, dan Napitupulu dalam Perilaku Sintaksis dan Ciri Semantis Kata yang Berafiks ter- dalam Bahasa Indonesia mencoba merangkum pendapat-pendapat mengenai afiks ter- dari para ahli tersebut.

Ciri Semantis

Secara semantis, prefiks ter- dapat membentuk makna-makna berikut. 

1. Ketidaksengajaan

Contohnya adalah tersinggung, terbawa, dan terjepit.

2. Ketiba-tibaan

Contohnya adalah terkejut, tersadar, dan teringat.

3. Kemungkinan atau Ketidakmungkinan

Contohnya adalah terbaca atau tidak terbaca, ternilai atau tidak ternilai, dan terkalahkan atau tidak terkalahkan.

4. Sudah di- (+dasar)

Contohnya adalah tercatat, tertulis, dan terkenal.

5. Dapat di- (+dasar) 

Contohnya adalah terwujud, terpengaruh, dan tergolong.

6. Perbuatan telah terjadi

Contohnya adalah terbunuh, terpilih, dan terjatuh.

7. Dalam keadaan

Contohnya adalah terbuka dan tertutup atau terletak dan tertuju. Selain itu, makna keadaan juga dapat diwakili melalui bentuk kiasan, seperti tertarik dan terpaku.

8. Paling

Contohnya adalah tertinggi, terbaik, dan terpenting.

9. Orang yang di- (+dasar)

Contohnya adalah terdakwa, tertuduh, dan terpidana.

Ciri Morfologis

Makna-makna di atas dapat dicerminkan oleh prefiks ter- yang melebur pada kelas kata verba, adjektiva, nomina, adverbia, dan preposisi.

1. Pembentuk Verba

Verba dapat diciptakan lewat afiks ter- yang melebur pada verba dasar, nomina dasar, dan preposisi.

A. Prefiks ter- (+ verba dasar)

Jenis ini sangat produktif dalam bahasa Indonesia. Contohnya adalah terduduk, tertidur, terjual, dan sebagainya. Namun, tidak semua verba dasar dapat diawali dengan ter-. Contohnya adalah termandi, tepergi, dan terdatang. Ingat, pada umumnya, apabila verba dasar tidak dapat diimbuhi di- dan me-, besar kemungkinannya bahwa verba tersebut juga tidak dapat dibubuhi ter-.

B. Prefiks ter- (+ nomina dasar)

Sama dengan jenis ter- sebelumnya, nomina dasar dapat diawali dengan ter- apabila bentuk dasarnya dapat diberi imbuhan di- dan me-. Contohnya adalah memaku, dipaku, terpaku; mendakwa, didakwa, terdakwa; dan menamakan, dinamakan, ternama.

C. Prefiks ter– (+ preposisi)

Verba yang dapat terbentuk melalui prefiks ter- dan preposisi adalah teruntuk dan terhingga. Tidak semua preposisi dengan awalan ter- mampu membentuk verba, seperti terdengan, terguna, tertentang, dan sebagainya. 

2. Pembentuk Adjektiva

Adjektiva dapat diciptakan lewat prefiks ter- yang melebur pada adjektiva dasar, nomina dasar, adverbia dasar, dan preposisi.

A. Prefiks ter- (+ adjektiva dasar)

Contohnya adalah tercantik, terpandai, dan terbaik. Berdasarkan pemaparan Sasangka dkk., semua adjektiva dasar bisa diberi imbuhan ter-. Meskipun demikian, ada beberapa kata yang terasa janggal atau tidak biasa kita gunakan, seperti tersuka, terbangga, atau teryakin.

B. Prefiks ter- (+ nomina dasar)

Contohnya adalah terdepan, terkiri, dan terakhir.

C. Prefiks ter- (+ adverbia dasar)

Terlebih, terbiasa, dan terbaru adalah tiga contoh adverbia dasar yang diawali dengan prefiks ter-. Ingat, tidak semua adverbia mampu diberi imbuhan ter-, contohnya adalah terhanya, tersegera, atau terbukan.

D. Afiks ter- (+ preposisi)

Contohnya adalah terdalam. Terluar, teratas, atau terbawah tidak termasuk ke dalam kategori ini karena bentuk dasar luar, atas, dan bawah adalah nomina.

3. Pembentuk Nomina

Nomina yang dapat diciptakan lewat prefiks ter- cukup terbatas. Contohnya adalah terdakwa, tertuduh, tersangka, terpidana, terhukum, dan tergugat

4. Pembentuk Adverbia

Adverbia dengan awalan ter- dapat dibentuk dengan memanfaatkan bentuk dasar adjektiva, seperti ternyata, teristimewa, dan terutama. Kemudian, ada pula adverbia yang dibentuk dengan formula: ter- + bentuk dasar verba dan direduplikasi. Contohnya adalah terburu-buru dan terkekeh-kekeh.

5. Pembentuk Preposisi

Preposisi terhadap terbentuk melalui prefiks ter- yang bertemu dengan bentuk dasar nomina .

Menurut saya, dalam bahasa Indonesia, ter- adalah imbuhan yang kompleks. Makna sebuah kata tidak hanya mengalami perubahan apabila diimbuhi ter-. Lebih dari itu, kelas kata sebuah bentuk dapat ikut berubah, bergantung pada penempatannya. Perhatikan dua contoh berikut.

  1. Dia sudah terdesak oleh keadaan.
  2. Dia merasa sangat terdesak

Pada kalimat 1, terdesak berperan sebagai verba, sedangkan pada kalimat dua, terdesak berperan sebagai adjektiva.

 

Rujukan:

Sasangka, dkk. 2020. Perilaku Sintaksis dan Ciri Semantis Kata yang Berafiks ter- dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.

Penulis: Yudhistira

Penyunting: Ivan Lanin