Tabik.

Kerabat Nara pasti setuju jika keterampilan berbahasa dibutuhkan untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Apa pun latar belakang pekerjaan Kerabat Nara, keterampilan berbahasa dibutuhkan karena menjadi dasar keterampilan berkomunikasi. Keterampilan berkomunikasi didukung oleh alat yang bisa kita sebut bahasa. Keterampilan berbahasa bukan hanya menulis, melainkan juga membaca, menyimak, dan berbicara.

Mahir berbicara bukan hanya diartikan sebagai orang yang mampu berbicara di depan umum. Namun, kita juga dapat menyampaikan sesuatu dengan efektif kepada lawan bicara, meyakinkan, dan dapat memengaruhi lawan bicara dalam arti yang positif secara langsung. Namun, sering kali kita kesulitan untuk mengungkapkan apa yang ada di pikiran secara lisan. Karena sifatnya spontan, kita kerap mengutarakan sesuatu tidak pada tempatnya, kurang, bahkan berlebih ketika berbicara. Apalagi di depan orang banyak. 

Selain itu, kepercayaan diri ketika wicara publik juga harus terus diasah. Dengan kepercayaan diri, kita akan makin terampil mengutarakan isi pikiran dalam bentuk lisan. Bayangkan, insan yang memiliki pemikiran cemerlang akan tenggelam karena lidah yang gagap. Sebaliknya, kefasihan tuturan membuat insan bersinar. Oleh karena itu, kemampuan wicara publik dibutuhkan semua orang. 

Narabahasa memahami kebutuhan Kerabat Nara dan menyadari betapa pentingnya kemampuan wicara publik. Oleh karena itu, Nara menyelenggarakan kelas Wicara Publik yang diampu oleh Suci Patia, seorang pewara profesional. Dalam kelas ini, Kerabat Nara akan mempelajari karakteristik, kecakapan, dan bahasa yang digunakan ketika wicara publik. 

Kerabat Nara dapat mendaftar di sinara.narabahasa.id, ya. 

Sampai berjumpa di kelas!