Linguistik komparatif adalah kajian kebahasaan yang berfokus pada perkembangan dan perbandingan bahasa. Dalam melakukan kajian ini, seorang peneliti sebaiknya memiliki pengetahuan yang mumpuni di bidang filologi. Sejarah bahasa dan naskah-naskah kuno merupakan rujukan penting dalam penelitian linguistik komparatif. Maka dari itu, linguistik komparatif sering juga disebut linguistik historis-komparatif dan filologi modern.

Harimurti Kridalaksana (2009) dalam Kamus Linguistik Edisi Keempat mendefinisikan linguistik komparatif sebagai ‘cabang linguistik yang mempelajari kesepadanan fonologis, gramatikal, dan leksikal dari bahasa-bahasa berkerabat atau dari periode-periode historis suatu bahasa’. Dari kajian linguistik komparatif, seorang peneliti dapat mengetahui silsilah sebuah bahasa yang nantinya akan berujung pada pengetahuan relasi antara bahasa satu dan bahasa lainnya. Contohnya, Silvia Luraghi dan Vit Bubenikdua peneliti yang memelopori studi linguistik komparatif pada 1786menyatakan bahwa bahasa Yunani, Latin, dan Sanskerta memiliki kesamaan. Menurut mereka pula, ketiga bahasa itu berelasi dengan bahasa Gotik, Persia, dan Kelt.

Contoh lainnya adalah relasi antara bahasa Indonesia dan bahasa Fiji. Kedua bahasa ini memiliki kata yang serupa untuk memaknai ‘benda keras dan padat yang berasal dari bumi atau planet lain, tetapi bukan logam’. Kita mengenal kata batu, sedangkan masyarakat Republik Kepulauan Fiji di selatan Samudra Pasifik menggunakan kata vatu. Pada lain sisi, jika bahasa Indonesia mempunyai kata dua untuk mengartikan ‘urutan ke-2 sesudah pertama dan sebelum ke-3’, bahasa Tagalog dan bahasa Samoa memiliki kata dalawa dan lua. Kemungkinan besar, kemiripan-kemiripan tersebut terjadi karena bahasa Indonesia, bahasa Fiji, bahasa Tagalog, dan bahasa Samoa termasuk dalam rumpun Austronesia.

Menurut Lyle Campbell dan William J. Poser (2008) dalam Language Classification: History and Method, pembandingan bentuk kata dari antarbahasa sudah banyak dilakukan oleh peneliti terdahulu dalam kajian linguistik komparatif. Lingkup ini seolah tidak ada habisnya untuk digali dalam rangka mendedah relasi antarbahasa. Namun, bukan berarti kemiripan bentuk kata adalah satu-satunya faktor yang menentukan hubungan bahasa-bahasa. Ada pula kajian linguistik komparatif yang berfokus pada perbandingan bunyi kata, struktur tata bahasa, dan pola morfologi yang nantinya dapat membuktikan keterhubungan bahasa satu dengan bahasa lainnya.

 

Rujukan:

  • Campbell, Lyle & Poser, William J. 2008. Language Classification: History and Method. New York: Cambridge Press University.
  • Kridalaksana, Harimurti. 2009. Kamus Linguistik Edisi Keempat. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
  • Nordquist, Richard. 2020. “An Introduction to Historical Linguistics”. ThoughtCo. Diakses pada 2 Desember 2021.

Penulis: Yudhistira

Penyunting: Ivan Lanin