Tabik.

Masih ingat dengan Tilik, film pendek berbahasa Jawa produksi 2018 dari Ravacana Films? Dalam bahasa Jawa, tilik berarti ‘menjenguk’. Film berdurasi sekitar 30 menit itu bercerita tentang rombongan ibu-ibu yang menaiki truk untuk menjenguk Bu Lurah di rumah sakit.

Sepanjang perjalanan, Bu Tejo, salah seorang anggota rombongan, tiada henti menggosipkan Dian, kembang desa yang ditaksir banyak lelaki di kampung mereka. Anggota rombongan lain, Yu Ning, membantah gosip Bu Tejo. Alhasil, terjadi perang mulut di antara keduanya di atas truk yang melaju.

Tilik memperoleh beberapa penghargaan, salah satunya ialah Piala Maya 2018 untuk kategori Film Pendek Terpilih. Ketika ditayangkan perdana di YouTube pada Agustus 2020, film yang disutradarai Wahyu Prasetyo dan skenarionya ditulis oleh Bagus Sumartono itu pun langsung viral. Masyarakat menyambut hangat Tilik karena ceritanya dekat dengan mereka. Karakter Bu Tejo, Yu Ning, dan Dian merefleksikan orang-orang yang nyata ada di masyarakat. Kita terhubung dengan Tilik.

Tontonan yang menarik seperti Tilik didukung oleh skenario yang baik. Seorang penulis skenario perlu menguasai keterampilan merajut cerita dengan plot dan struktur yang apik, baik untuk cerita fiksi maupun nonfiksi. Tidak ketinggalan, karakter dan dialog dalam skenario pun perlu dibangun agar menghasilkan tontonan yang ciamik.

Elemen cerita, plot, struktur, karakter, dan dialog pada skenario akan dibahas tuntas pada kelas daring Penulisan Skenario Film yang diampu oleh Rina Harahap pada Rabu, 8 November 2023, selama dua jam mulai pukul 19.00. Rina juga akan menguraikan pengembangan ide dan penulisan skenario berdasarkan pengalaman nyatanya sebagai produser dan sutradara.

Kalau Kerabat Nara berminat menulis skenario film, baik sebagai pemula yang ingin tahu maupun sebagai veteran yang ingin mendalami, segera daftarkan diri mengikuti kelas baru Narabahasa ini dengan mengklik tautan ini. Tempat terbatas!