Pada kelas penulisan konten media sosial, saya selalu menguraikan The Four “E” (4E) yang perlu ada pada kiriman akun media sosial. Keempat “E” dalam bahasa Inggris itu ialah educate (mengedukasi), entertain (menghibur), engage (melibatkan), dan empower (memberdayakan). Kiriman media sosial pertama-tama memberikan edukasi yang menjadi spesialisasi sebuah akun. Edukasi saja tanpa hiburan akan membosankan dan berkesan menggurui. Selanjutnya, kiriman berupa pelibatan akan menciptakan loyalitas pengikut. Hasil akhirnya, pengikut akan diberdayakan sesuai dengan tujuan akun media sosial. Konsep ini pun diterapkan pada akun media sosial Narabahasa.

Ternyata, 4E ini sejalan dengan kiat Ayodeji Awosika pada “3 Types of Writing People Really Love to Read” di Medium. Ia mengatakan bahwa ada tiga bumbu yang disukai pembaca pada semua genre tulisan, yaitu hiburan (entertaiment), edukasi (education), dan inspirasi (inspiration). Saya menyingkatnya menjadi HEI.

Hiburan memikat pembaca dengan cerita. Pesan apa pun akan lebih masuk dengan cerita yang membuat orang tertawa, menangis, atau mengeluarkan berbagai bentuk emosi lain. Penyelipan humor, ironi, atau petualangan dalam tulisan merupakan beberapa cara yang dapat menghibur pembaca. Ingatlah bahwa teks tulisan harus bersaing dengan berbagai media hiburan lain, seperti audio dan video.

Edukasi membantu pembaca menjadi lebih baik. Manusia selalu ingin tahu. Secuil pengetahuan yang kita miliki mungkin bermanfaat bagi orang lain. Bagikan apa yang kita ketahui—baik melalui bacaan, obrolan, maupun pengalaman—karena orang lain mungkin belum mengetahui itu. Saya kadang ragu untuk menulis sesuatu yang saya anggap remah karena informasi tentang itu sebenarnya mudah didapat dari internet, tetapi ternyata banyak orang yang menyukai tulisan saya itu setelah dikirimkan.

Inspirasi mengubah hidup pembaca. Tulisan yang inspiratif menyentuh sisi ekspresif dan sosial dari bahasa. Inspirasi dapat mengangkat nilai dari kegelapan, memberikan harapan, bahkan mengubah hidup pembaca. Orang lain dapat belajar dari pengalaman yang kita tuangkan menjadi tulisan.

Seperti halnya koki yang lihai, penulis harus piawai mencampur ketiga bumbu itu untuk menghidangkan tulisan yang memikat. Ambil sejumput hiburan, campurkan secuil edukasi, dan tambahkan sedikit inspirasi untuk kenikmatan pembaca. Kemudian, latih, tinjau, dan perbaiki tulisan terus-menerus. Alah bisa karena biasa.

 

Penulis: Ivan Lanin

Penyunting: Harrits Rizqi