Tabik.

Pada suatu hari di awal tahun, kami mendapat arahan tegas dari Direktur dan Deputi Direktur mengenai arah perusahaan tahun ini: kolaborasi. Setelah dua tahun berjalan, kami tidak boleh lagi berdiam diri. Kami memaksakan diri untuk “bergaul”. Terbukti, secara perlahan, seluruh rangkaian kegiatan Narabahasa sengaja dirancang dalam bentuk kolaborasi.

Dalam gelaran Kelas Daring Praktis (KDP) pada Rabu pekan ini, 22 Februari 2023, kami “meminang” Suci Patia untuk menjadi widyaiswara. Suci adalah seorang pewara yang kami rasa cocok untuk menjadi pengampu dalam KDP Wicara Publik (Public Speaking). Mengapa demikian?

Suci Patia telah terbiasa menjadi pewara untuk sejumlah klien pada acara-acara formal ataupun nonformal. Selain dikenal sebagai seorang penulis, dia juga dapat merangkum pemikiran dan kegiatan yang dilakukannya sebagai sebuah bahan ajar. Ya, Suci Patia menunjukkan minat yang besar untuk membagikan ilmu dan pengalamannya dalam sebuah kelas. 

Kemampuan berbicara menjadi kemampuan penting yang harus dimiliki untuk mengampu KDP Wicara Publik ini. Namun, kemampuan teknis penulisan yang terpola juga perlu dimiliki oleh seorang widyaiswara Narabahasa. Itulah mengapa Suci kami ajak untuk mengajar pada kelas daring ini.

Sebagai seorang teman, Suci kerap bersikap hangat dan mau mendengarkan. Saat kami bertemu, saya—yang lebih percaya diri dengan kemampuan menulis daripada berbicara—merasa dia tidak berkeberatan mendengarkan saya bicara meski kebanyakan ngablu. Alasan itulah yang ingin saya ceritakan pada nawala ini agar Kerabat Nara yang berminat bergabung dengan KDP Wicara Publik pada Rabu nanti tidak ketakutan untuk melatih kemampuan berbicara melalui Suci Patia. 

Tenang saja, Kerabat Nara berada pada tangan orang yang tepat, kok.

 

Salam takzim,

Thesa Nurmanarina

Sekretaris Direktur dan Spesialis Humas