Melalui perkataan Wakil Direktur Bidang Akademik PKN STAN Pak Agus Bandiyono pada pembukaan pelatihan bertopik “Penulisan Artikel Ilmiah Populer”, Narabahasa mengambil simpulan bahwa para dosen menguatkan hati untuk membumikan ilmu-ilmu mereka menjadi lebih lentur dan terjangkau oleh banyak orang.

“Kami ingin para dosen dapat menulis di media massa dengan gaya ilmiah populer,” ujarnya.

Selasa, 27 Februari 2024 adalah kali pertama Narabahasa mengisi pelatihan bagi PKN STAN. Seperti biasa, pengajar andalan Narabahasa, Dita Sabariah dan Ivan Lanin, meninjau kebutuhan tiap peserta untuk keluaran pelatihan yang lebih bermanfaat dan tepat sasaran. Perbedaannya, kali ini Narabahasa digandeng oleh QComm. Perbedaan lainnya, ada keragaman pada peserta yang dapat dibagi menjadi tiga. Meski Pak Agus menyorot para dosen, pustakawan dan staf lain juga menyimak materi

Sesi pagi diisi dengan tes awal, keterampilan bahasa, teori penulisan ilmiah populer secara umum, dan tata bahasa. Sesi praktik dimulai setelahnya. Dari 37 peserta, ada 17 tulisan yang masuk untuk dibedah. Ivan Lanin serta Dita Sabariah membahas perbaikan pada tulisan dari berbagai topik dan mendapati beberapa hal yang dapat disoroti sebagai kesalahan umum. Pengajar, secara perlahan, menjelaskan kesalahan umum tersebut sekaligus menyelaraskan kembali teori penulisan ilmiah populer dengan implementasi di lapangan seperti bahasa, tujuan, dan pengutipan.

Penulis: Thesa Nurmanarina

Penyunting: Rifka Az-zahra