Tabik.

Sudah sejak 1 Februari Narabahasa membaca surat-surat dari Kerabat Nara yang penuh cerita. Setelah itu, sejak 10 Februari–saat surat-surat itu tidak datang lagi–sampai hari ini, kami masih dipenuhi haru karena ternyata sulit sekali memilih 50 surat terbaik. Seluruh surat yang masuk dengan tagar #suratuntukfebruari kami baca satu per satu. Lebih dari ekspektasi, seluruhnya punya kisah menarik. Kami merasa Kerabat Nara seolah-olah menitipkan ceritanya pada kami. Seperti yang kita ketahui bersama, seluruh kisah punya tempat pada relung pembacanya.

Proses kurasi ini panjang. Sesuatu yang juga kami tidak duga adalah bahwa proses ini lebih berat dari yang pernah kami bayangkan. Kami bersyukur dibantu oleh tiga juri tamu: Mas Aik, Aya Canina, dan Aditya Siregar. 

Pada awal penentuan juri tamu, nama Mas Aik menjadi yang pertama disebutkan. Setelah enam tahun lamanya, Mas Aik (penulis dan pelaku kreatif Nanti Kita Sambat tentang Hari Ini) terlibat kembali dalam Surat untuk Februari. 

Berbeda dengan kondisi 2023, tidak banyak yang mengetahui bahwa pada 2016 dan 2017 Mas Aik telah menjadi pemenang dalam gelaran Pecandu Buku, Surat untuk Februari. Pecandu Buku sempat bercerita bahwa surat Mas Aik menjadi salah satu surat yang diperbincang terus-menerus saking uniknya. Dik Siti Rohmah dalam suratnya, sampai sekarang, bahkan masih terngiang-ngiang dalam internal Pecandu Buku. Jenaka sekali.

Juri kedua yang kami percayai adalah Aya Canina. Kami percaya betul mata Aya Canina dalam memilih surat. Percayalah, pada mata seorang penyair, kejujuran ialah yang utama. Terlebih, ia merupakan penyair yang pandai mengetuk hati. 

Lagi-lagi, tidak banyak yang mengetahui, Aya Canina juga terlibat dalam pembuatan video pemenang Surat untuk Februari 2018. Surat pemenang dalam Surat untuk Februari 2018 saat itu dipuisikan oleh Aya Canina.

Aditya Siregar adalah kreator konten dan penulis populer–nama yang cocok untuk menyeimbangkan tiga juri lainnya. Saya pribadi jarang sekali melihat seorang kreator konten memilih “menulis” sebagai objek utamanya. Barangkali, saya yang kurang riset, tetapi saat konten Aditya Siregar bergulir pada kanal eksplorasi Instagram saya, saya langsung bilang, “Pas!” Kontennya segar dan bisa dipercaya, lalu dikemas dengan sangat populer ala anak zaman sekarang.

Hari ini, 50 surat sudah rampung dipilih. Tentu, tangan-tangan orang hebat di atas turut campur. Pemenang 10 terbaik dan 3 terbaik pun akan diumumkan segera. 

Kerabat Nara, saksikan kelahiran buku kami dan lihat eloknya naskah pemenang, yuk! Bergabunglah di sini pada Rabu, 1 Maret 2023 pukul 19.00–21.00 WIB. Sekalian, Narabahasa juga merayakan ulang tahun di sana. Seperti ulang tahun pada umumnya, kami ingin kamu datang. Sampai jumpa, ya!

 

Salam takzim,

Thesa Nurmanarina

Sekretaris Direktur dan Spesialis Hubungan Masyarakat