Pada Kamis, 25 April 2024, Tabah atau Tanya Jawab Kebahasaan sukses menyapa Kerabat Nara pada pukul 20.00 s.d. 21.00 WIB. Tabah episode ke-132 ini dimoderatori oleh Daeng Rifky dari Narabahasa dan Mbak Jovita, Terbaik IV Putri Duta Bahasa 2023, dengan Uda Ivan Lanin sebagai narasumber tetap. 

Jovita Anmaria Cahya yang akrab dipanggil Mbak Jovita merupakan mahasiswi Sistem Informasi Universitas Binus Semarang sekaligus Terbaik IV Putri Duta Bahasa 2023. Perjalanan Mbak Jovita menjadi Duta Bahasa 2023 bermula dari program dari kampus untuk mengajar ke sekolah dan panti asuhan. Ia tergelitik ketika menyadari bahasa daerah dan bahasa Indonesia kurang diindahkan pemakaiannya di sekolah. Ia pun terinspirasi untuk memadupadankan pembelajaran bahasa dengan teknologi. 

Perbincangan terasa makin hangat ketika Mbak Jovita bertegur sapa dengan Uda Ivan. Mbak Jovita menceritakan pengalamannya bertemu Uda Ivan saat pembekalan Duta Bahasa 2023 di Jakarta lalu. Kemudian, obrolan dilanjutkan dengan menjawab pertanyaan kebahasaan dari Kerabat Nara.

Pertanyaan yang dibahas beraneka ragam, mulai dari etimologi bahasa sampai dengan padanan. Misalnya, pertanyaan tentang asal kata profesor yang diserap ke bahasa Indonesia. Uda Ivan menjelaskan bahwa profesor berasal dari bahasa Belanda yang diserap dari bahasa Latin. Dalam konteks bahasa Indonesia, dapat digunakan istilah guru besar yang menunjukkan jabatan fungsional. 

Pertanyaan lain mengenai struktur yang tepat, seperti pada kalimat “Kami ucapkan …” atau “Kami mengucapkan …” dijawab dengan mudah oleh Uda Ivan, yaitu keduanya boleh digunakan. Perbedaannya hanya pada struktur saja sebagai kalimat aktif atau pasif. Lalu, mengenai padanan, Kerabat Nara menanyakan padanan istilah asing projecting insecurities. Uda Ivan menjawab bahwa istilah itu masuk ke ranah bidang psikologi. Namun, dalam konteks bahasa, istilah itu dapat dipadankan sesuai dengan penerjemahannya. Projecting berarti ‘memproyeksikan’, sedangkan insecurities berarti ‘ketidaknyamanan’. Dengan begitu, dalam bahasa Indonesia, projecting insecurities berarti ‘memproyeksikan ketidaknyamanan’. 

Jika Kerabat Nara mempunyai pertanyaan seputar bahasa, jangan ragu untuk bertanya di kanal media sosial Narabahasa. Tim Narabahasa akan menjawabnya pada Tabah setiap pekannya.

 

Penuils: Irwan Maulana

Penyunting: Rifka Az-zahra