Lisan Episode Ke-33: Kamus sebagai Jejak Bahasa

oleh Narabahasa

Narabahasa telah melaksanakan program Selisik Kebahasaan (Lisan) ke-33. Pada episode ini, Narabahasa mengundang Annika Nurma Roji sebagai moderator dan Kepala Laboratorium Leksikologi dan Leksikografi FIB UI Dr. Phil. Raden Muhammad Arie Andhiko Ajie, M.A. sebagai narasumber dengan topik “Leksikografi: Kamus sebagai Dokumentasi Bahasa”. Acara ini berlangsung secara daring dan ditayangkan langsung pada kanal YouTube Narabahasa.

Arie memulai Lisan kali ini dengan menjelaskan pokok bahasan dari materi yang dibawa. Ia membagi materi menjadi tiga topik utama, yaitu definisi dan peran leksikografi, kamus sebagai dokumentasi dan standardisasi bahasa, dan dinamika penyusunan kamus pada era digital. Menurutnya, pembahasan mengenai leksikografi tidak dapat dipisahkan dari leksikologi.

Lalu, Arie menjelaskan ada dua cara untuk menyusun wujud kamus. “Hampir semua kamus disusun secara alfabetis, terutama dalam bahasa yang menggunakan abjad Latin. Hal ini karena sistem tersebut memudahkan pencarian entri. Namun, ada juga opsi lain, yaitu secara tematis. Keuntungan cara ini adalah pengguna kamus bisa memahami ada kata apa saja yang digunakan dalam satu ranah,” ungkapnya.

Arie juga memaparkan bahwa produk dari leksikografi lebih dari sekadar kamus; ada glosarium, tesaurus, dan ensiklopedia. Ia juga menyampaikan jenis-jenis kamus berdasarkan jumlah bahasa dan media yang digunakan. “Kamus akan digunakan ketika kita ingin memahami suatu bahasa, tetapi kita juga perlu memahami jenis dan model seperti apa yang kita butuhkan karena tiap-tiap kamus memiliki fungsi dan tujuan yang berbeda,” jelasnya.

Lebih lanjut, Arie menyatakan alasan kenapa bahasa perlu untuk didokumentasikan. Menurutnya, ada bahasa-bahasa yang mulai rentan punah, bahkan banyak yang sudah punah. “Ada beberapa alasan mengapa bahasa bisa punah. Bisa karena bencana alam, perang dan genosida, represi kekuasaan, dan dominasi ekonomi, politik dan budaya,” paparnya.

Pada sesi tanya jawab, Santi Pratiwi bertanya mengenai pemberdayaan akal imitasi atau AI dalam penyusunan kamus. “AI bisa digunakan sebagai salah satu alat. Misalnya, pencarian korpus secara manual untuk topik tertentu bisa memakan waktu yang lama. Namun, informasi yang diberikan AI juga perlu dipastikan kebenarannya,” jawabnya.

Melalui kegiatan ini, Narabahasa berharap Lisan dapat terus menghadirkan ruang diskusi kebahasaan dengan topik-topik yang relevan. Pembahasan mengenai leksikografi diharapkan menjadi pemantik kesadaran akan pentingnya dokumentasi bahasa sebagai upaya pelestarian sekaligus pengembangan pengetahuan kebahasaan di tengah perubahan zaman.

Penulis: Tuah Ananda Setiawan

Penyunting: Rifka Az-zahra

Anda mungkin tertarik membaca

4 komentar

Jerald Curry 18 Mei 2026 - 01:43

Hello there,

We came across your store and it looks great.

LetsTok AI allows you to generate product creatives, ads, and visuals designed for performance. It also analyzes competitor campaigns and creates similar ads tailored to your products.

If you’d like to give it a try, you can start here:
https://letstokvideo.com

Best Regards,
Jerald Curry
Letstok AI

If at any point you wish to stop getting additional notifications from this campaign, kindly fill the form at bit. ly/fillunsubform with your domain address (URL).
25 Kendell Street, Corning, CA, USA, 94147

Balas
Photo Prompt 6 Mei 2026 - 19:11

Wow, Lisan Episode 33 sounds super interesting! Learning about dictionaries and language is always cool. It makes me think about how we can describe things, kind of like when I’m trying to come up with a good photo prompt for my pictures.

Balas
Alphonse Gurley 13 April 2026 - 15:30

Hi there,

Here is the GOAT Video generator for eCommerce websites like narabahasa.id.

If video ads feel out of reach — this changes that.

Letstok turns your existing product links into professional-looking videos in seconds.

No video team, no extra cost.

Try it free + Black Friday 50% off: https://bit.ly/LetstokAI

Best,
Alphonse Gurley
Letstock AI

Balas

Tinggalkan Komentar