Kuiskan (Kuis Singkat dari Uda Ivan) kembali dilaksanakan untuk menghibur sekaligus mengedukasi Kerabat Nara. Episode ke-8 ini digelar pada Selasa, 2 Juni 2026, secara daring melalui aplikasi Kahoot!. Para peserta diperkenankan untuk menjawab 10 pertanyaan secara tepat dan cepat. Kuiskan episode ini dimoderatori oleh Tuah Ananda dan dihadiri oleh 24 orang Kerabat Nara. Acara berlangsung pada pukul 19.00—20.00 WIB. Para pemenang dari kegiatan ini mendapatkan hadiah khusus dari Ivan Lanin.
Ivan membuka kegiatan ini dengan membahas acara peluncuran buku Recehan Bahasa #2 bertajuk Pesta Receh yang akan dilaksanakan pada 13 Juni 2026. “Saya sekarang sedang mempersiapkan dan menunggu Pesta Receh yang tentunya dibantu oleh para Pramubahasa,” ujarnya. Sebagai bagian dari rangkaian Pesta Receh, Kuiskan kali ini hadir dengan materi dari buku tersebut.
Menurutnya, materi pada Kuiskan kali ini cukup menantang sebab hal-hal kebahasaan “receh” yang dibahas justru jarang diketahui oleh publik. Hal ini juga didukung oleh komentar salah satu peserta pada ruang obrolan yang mengatakan, “Soalnya benar-benar ‘receh’.” Meskipun begitu, tiap-tiap soal dibahas secara serius karena adanya fakta-fakta unik yang menarik.
Salah satu peserta bernama Arif bertanya kepada Ivan perihal isi buku Recehan Bahasa #2. Menurut Arif, buku ini memang dibahas secara jenaka, bahkan memuat beberapa meme. Namun, ada satu meme yang ia tak kunjung paham maknanya. “Pada pembahasan gula, Uda. Saya tidak paham mengapa menggunakan meme tersebut? Saya coba cari (artinya) di KBBI, tetapi tetap tidak menemukan maksudnya,” tanyanya.
Ivan tertawa mendengar pertanyaan tersebut. Menurutnya, ada alasan tersendiri mengapa meme tersebut digunakan dan tidak dijelaskan secara eksplisit. “Pertama, tentu ini agar pembaca membuka KBBI lebih sering lagi. Kedua, alasannya lebih karena etika,” jelasnya sembari membagikan layar yang menayangkan arti kata gula di KBBI. Ivan juga menjelaskan bahwa fenomena tersebut umum dan disebut sebagai polisemi.
Melalui kegiatan ini, Narabahasa berharap masyarakat dapat lebih memahami bahasa Indonesia dengan lebih baik lagi. Mulai dari hal-hal “receh”, masyarakat dapat memahami fakta-fakta menarik yang melatarbelakangi proses produksi kata. Selain itu, Narabahasa berharap buku Recehan Bahasa #2 dapat menjadi pintu untuk masyarakat yang ingin mempelajari bahasa Indonesia dengan cara yang menyenangkan.
Penulis: Tuah Ananda Setiawan
Penyunting: Rifka Az-zahra
