Narabahasa menjadi narasumber pada kegiatan luring yang diadakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa). Kegiatan tersebut adalah program rutin berupa forum yang disebut Sidang Komisi Istilah (SKI). Acara ini dilaksanakan mulai dari Senin–Rabu, 6–8 April 2026. Acara dilaksanakan di Swiss-Belresidences Kalibata, Jakarta.
Acara ini dihadiri oleh para anggota komisi dari berbagai bidang, seperti hukum dan geologi, untuk membahas peristilahan di bidang masing-masing. Narabahasa yang diwakili oleh Ivan Lanin hadir sebagai anggota dari Komisi Pertimbangan Istilah (KPI) yang memiliki tujuan untuk membahas istilah umum yang tidak terikat suatu bidang.
Topik pertama pada diskusi KPI adalah istilah-istilah yang ditemukan pada kamus populer yang ingin diterbitkan oleh Badan Bahasa. “Kamus populer berisikan istilah-istilah yang umum digunakan masyarakat, seperti thrift dan coworking space—sebagian dari istilah-istilah itu sudah memiliki padanannya. Bahkan beberapa sudah masuk ke KBBI,” ujarnya. Menurut Ivan, hal ini dapat terjadi sebab adanya program percepatan pengisian KBBI yang dilaksanakan pada 2024.
Ivan dan para anggota KPI lain melihat hal tersebut sebagai isu yang perlu didiskusikan lebih lanjut. “Masih perlu upaya untuk menyisir entri yang masuk sebab kualitasnya tidak sebaik kuantitas yang ada,” ungkapnya. Selanjutnya, KPI berkesempatan untuk berdiskusi dengan Komisi Ilmu Kesehatan Masyarakat. Menurut KPI, salah satu langkah awal yang perlu dilakukan dalam menciptakan padanan kata adalah membuat taksonominya.
Sebab, banyak diksi yang digunakan pada bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat yang merupakan percampuran atau irisan dari dua cabang ilmu yang serumpun. Hal ini juga menyebabkan banyak diksi dari bidang ini yang digunakan oleh bidang lainnya yang serupa, misalnya bidang kedokteran. Dengan mengetahui taksonominya dengan baik, pencarian padanan kata dalam bahasa Indonesia akan jauh lebih mudah.
Melalui kegiatan ini, Narabahasa berharap dapat terus berkontribusi dalam pengembangan peristilahan bahasa Indonesia yang lebih sistematis dan mudah dipahami. Selain itu, forum ini juga menjadi ruang penting untuk menyelaraskan kebutuhan istilah lintas bidang dengan padanan yang tepat dalam bahasa Indonesia.
Penulis: Tuah Ananda Setiawan
Penyunting: Rifka Az-zahra

2 komentar
The examples really helped.
Clear, concise, and effective.