Narabahasa Bahas Strategi Lestarikan Bahasa Daerah

oleh Narabahasa

Narabahasa menjadi narasumber pada kegiatan luring bersama Wikimedia Indonesia. Kegiatan tersebut bernama WikiNusantara 2026: Bineka, Berkarya, dan Berkelanjutan dan digelar di Universitas Hasanuddin, Makassar. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 10 April 2026, pukul 14.00–16.00 WIB. Kegiatan ini memiliki topik “Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah”. Acara ini adalah WikiNusantara pertama yang dilaksanakan di daerah timur Indonesia. Langkah ini menjadi aksi strategis dari Wikimedia untuk meningkatkan pasarnya di Indonesia. 

Peserta kegiatan adalah mahasiswa Universitas Hasanuddin dan masyarakat sekitar. Ivan Lanin hadir sebagai tamu pada sesi gelar wicara. Sesi tersebut juga dihadiri oleh Prof. Dr. Muhlis Hadrawi, S.S., M.Hum., seorang filolog dari Universitas Hasanuddin. Pada sesinya, Muchlis menyampaikan materi mengenai karakteristik naskah berbahasa Bugis dari Sulawesi Selatan.

Selanjutnya, ia menyampaikan bahwa karya sastra epik La Galigo adalah cerita terpanjang di dunia, bahkan mengalahkan Mahabharata dari India. Muchlis memaparkan bahwa naskah Sulawesi Selatan berbeda dengan naskah Sumatra atau Jawa yang mengagung-agungkan sosok raja. Naskah Sulawesi Selatan cenderung menggambarkan raja selayaknya manusia biasa.

Lalu, masuk pada sesinya, Ivan lanin memaparkan bahwa terdapat paradoks dalam topik yang diusung hari ini. “Jika kita harus utamakan bahasa Indonesia dan lestarikan bahasa daerah, pertanyaannya adalah di mana kita akan melestarikannya?” ungkapnya. Ivan membedah paradoks tersebut dengan membuat pemetaan domain untuk penggunaaan bahasa Indonesia, daerah, dan asing. 

Menurutnya, ada setidaknya empat domain yang dapat dibedakan dominasinya dalam penggunaan bahasa. Pertama adalah budaya, administrasi, sains, dan teknologi. “Bahasa daerah paling besar digunakan pada sektor budaya. Sementara itu, bahasa Indonesia mendominasi administrasi dan sains; teknologi hampir dikuasai oleh bahasa asing,” ujarnya. 

Ivan menyarankan pelestarian melalui domain yang selama ini menjadi tujuan dari bahasa daerah, yaitu budaya. Menurut Ivan, ranah ini adalah domain yang tidak akan didominasi oleh bahasa asing, terutama bahasa Inggris yang makin banyak digunakan di berbagai bidang. 

Pada sesi tanya jawab, Ivan menghadapi satu pertanyaan yang menarik. Pertanyaan itu seputar cara meyakinkan kalangan akademisi bahwa Wikipedia itu layak digunakan. Menurut Ivan, pertanyaan tersebut dulu juga sempat membebaninya ketika menyusun tesis pada 2012. Sekarang, Ivan menyarankan untuk melupakannya saja. Sebab, secara teori Wikipedia berada pada level yang cukup rendah karena mengandalkan sumber tersier. 

Narabahasa berharap melalui kegiatan ini para peserta dapat makin memahami posisi dan peran bahasa Indonesia serta bahasa daerah dalam berbagai domain kehidupan. Selain itu, peserta diharapkan mampu melihat pelestarian bahasa daerah sebagai upaya yang strategis dan kontekstual, khususnya melalui ranah budaya, sehingga keberadaannya tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Penulis: Tuah Ananda Setiawan

Penyunting: Rifka Az-zahra

Anda mungkin tertarik membaca

Tinggalkan Komentar