Narabahasa kembali mengadakan Kinara (Kicauan Narabahasa) pada Minggu, 5 April 2026 di Spaces X. Pada episode ke-68 ini, Narabahasa berkesempatan untuk menghadirkan Ika Natassa sebagai narasumber untuk membahas karya terbarunya, yaitu novel Langit Mengambil. Kegiatan tersebut dipandu oleh Tyas sebagai moderator dan Ivan Lanin sebagai pemantik.
Langit Mengambil dirilis pada pertengahan Januari 2026. Buku yang ditulis selama tiga bulan ini menjadi karya tercepat yang Ika selesaikan. “Buku ini lahir dari keinginan saya untuk tetap produktif berkarya,” ujarnya. Ika melihat rekan-rekan penulisnya yang makin aktif sehingga terpacu untuk menjadi disiplin dalam menulis.
Ika memberikan tip dalam menghadapi writer’s block. Menurutnya, penting untuk memaksakan diri sendiri untuk tetap menulis dan melewati fase tersebut. Ivan menambahkan satu tip, yaitu memiliki lingkungan yang mendukung untuk terus menulis sehingga bisa menimbulkan semangat kompetisi yang baik.
Lalu, Ivan bertanya mengenai awal dari penulisan Langit Mengambil. Ika menjelaskan bahwa khusus untuk buku tersebut, ia memulai dari cerita, bukan karakter. “Saya melihat banyak cerita di media sosial tentang para korban kekerasan seksual dan kekuatan mereka untuk terus hidup. Cara mereka untuk melanjutkan hidup setelah trauma itu yang akhirnya saya angkat pada buku ini. Jadi, saya ingin menceritakan sudut pandang korban dan keluarganya,” ungkapnya.
Ika juga menjelaskan salah satu keuntungan yang dimiliki oleh seorang penulis. Menurutnya, penulis dapat membangun dunia fiktif di benak para pembaca untuk menyampaikan pesan yang dirasa perlu. “Dalam hal ini, ada dua pesan yang ingin saya sampaikan. Pertama, kekerasan seksual dapat terjadi di berbagai tempat. Kedua, keadilan bukan hanya sekadar ketika pelaku sudah tertangkap. Ada waktu dan kejadian yang tidak bisa dihapuskan begitu saja,” tuturnya.
Selanjutnya, Ivan bertanya perihal kebiasaan Ika dalam menulis. “Dulu, setahu saya, Ika selalu merombak tulisannya kalau ketika dibaca ulang tidak membuatnya menangis atau bahagia. Apakah masih sama begitu?” tanyanya. Ika menjawab bahwa kebiasaan tersebut masih bertahan. Ika juga menambahkan bahwa ia selalu menulis tanpa menggunakan kerangka sehingga tulisannya tidak dibatasi apa pun. Ika juga mengungkapkan bahwa ia tengah menulis buku selanjutnya dan sudah mendapatkan sekitar 20 halaman dengan rencana perilisan tahun depan.
Terakhir, Tyas bertanya tentang harapan Ika untuk para pembaca atau calon pembaca Langit Mengambil. “Pertama, saya berterima kasih kepada Teman-Teman yang mau membaca karya saya, apa pun judulnya. Harapannya, saya ingin para pembaca yang merasa takdirnya tidak sesuai harapan dapat menjadikan buku ini teman untuk menjalani hidup yang sulit ditebak,” ujarnya.
Melalui episode ini, Narabahasa berharap ruang diskusi yang dihadirkan tidak hanya menjadi ajang berbagi proses kreatif, tetapi juga mampu memperluas perspektif publik tentang isu-isu yang diangkat dalam karya sastra. Episode ke-68 ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk berani menulis, mengolah pengalaman, serta menyuarakan hal-hal yang sering kali dianggap sulit atau sensitif.
Penulis: Tuah Ananda Setiawan
Penyunting: Rifka Az-zahra
