Pentingnya penguasaan tata bahasa dan ejaan dalam menulis tidak dapat diabaikan, terutama bagi mereka yang tengah menjelajahi dunia menulis novel. Hal ini menjadi fokus utama dalam Kelas Menulis Novel Gelombang #2 yang diadakan oleh Kwikku. Dengan 23 peserta publik yang antusias, kelas ini bertujuan memberikan bekal dan kepercayaan diri bagi calon penulis fiksi.

Dua sesi dalam kelas ini diisi oleh widyaiswara Ivan Lanin. Sesi ke-10 dan ke-11 pada 17 dan 21 November 2023 lalu menjadi momen ketika peserta diajak untuk mendalami aspek swasunting, khususnya tata bahasa dan ejaan.

Tata bahasa dalam menyusun novel tidak hanya berdampak pada kelancaran cerita, tetapi juga membangun kredibilitas penulis di mata pembaca. Dalam sesi pertama, Ivan Lanin membahas pentingnya pemahaman tentang tata bahasa, terutama dalam penulisan dialog yang tidak hanya terbatas pada interaksi tatap muka. Dialog batin, dialog telepon, atau bahkan dialog WhatsApp, semuanya memerlukan penanganan khusus.

Sesi kedua fokus pada penyuntingan ejaan, mengingat betapa krusialnya aspek ini dalam memastikan keseluruhan naskah bebas dari kesalahan. Ivan Lanin memberikan tip dan trik dalam mengelola ejaan dengan efisien, menjelaskan bahwa dialog tanpa tatap muka dapat diapit tanda petik seperti dialog biasa atau ditulis dengan huruf miring, memberikan variasi yang menarik.

Kelas Menulis Novel Gelombang #2 bukan hanya tentang menggali ide cerita, tetapi juga bagaimana menyampaikannya dengan baik. Dengan penguasaan tata bahasa dan ejaan yang tepat, para peserta diharapkan mampu menghasilkan karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengedukasi pembaca dengan kefasihan bahasa.

 

Penulis: Sabrina Araminta

Penyunting: Rifka Az-zahra