Kualitas penulisan ilmiah menjadi penentu utama dalam menilai ketepatan dan kedalaman suatu riset. Sebuah proposal berkualitas tidak semata-mata mampu memecahkan suatu permasalahan, tetapi juga melihat bagaimana kemampuan penulis dalam menyusun kalimat argumen yang berstruktur, menjelaskan secara efektif dengan pilihan bahasa yang lugas, hingga memperhatikan penggunaan ejaan dan tanda baca yang sesuai. Keseimbangan antara kebenaran ilmiah dan ketepatan penulisan menjadi kunci untuk memastikan proposal ilmiah tersebut memiliki kontribusi yang berarti bagi sesama akademisi maupun masyarakat umum.

Produksi Media Vokasi UI merupakan salah satu program studi yang berkomitmen dalam meningkatkan kualitas karya ilmiahnya. Hal itu dibuktikan dengan antusiasme 98 mahasiswa Produksi Media Vokasi UI saat mengikuti kuliah penulisan ilmiah ke-12 pada 15 November 2023 lalu. Widyaiswara dalam kegiatan ini, Ivan Lanin, memaparkan materi “Penyuntingan Karya Ilmiah” untuk memberi pemahaman tentang kohesi dan kualitas proposal secara keseluruhan yang sesuai dengan  tata bahasa Indonesia serta standar keilmuan yang ada. 

Dalam dua sesi yang berlangsung dari pukul 7.30 sampai 11.00, mahasiswa dari dua kelas diberikan wawasan mendalam tentang proses penyuntingan karya ilmiah. Ivan Lanin memberikan pandangan yang tajam dan pengalaman praktis mengenai penyuntingan karya ilmiah yang dapat menyajikan kualitas optimal.

Kuliah ini fokus pada pembahasan tiga bab utama dari draf proposal, yakni pendahuluan, studi literatur, dan metodologi. Sementara itu, bab hasil dan kesimpulan masih dalam tahap pengembangan. Tidak hanya didampingi oleh Ivan Lanin, kelas ini juga dibimbing oleh dua pengajar lainnya, yaitu Nuke Pudjiastuti dan Joshua Paundra.

Sorotan utama dari kuliah ini adalah keragaman kualitas proposal yang disusun oleh mahasiswa. Sebagian dari mereka telah berhasil menghasilkan karya yang tajam dan matang, sedangkan yang lain masih perlu sentuhan lebih lanjut. Diskusi dan tanya jawab yang interaktif menciptakan suasana belajar yang dinamis dan mendorong pertukaran ide di antara peserta.

Dengan demikian, kuliah penulisan ilmiah ini bukan hanya menjadi wadah untuk memahami teknik penyuntingan karya ilmiah, tetapi juga ajang tempat mahasiswa dapat saling belajar dan meningkatkan kualitas tulisan ilmiah mereka. 

 

Penulis: Sabrina Araminta

Penyunting: Rifka Az-zahra