Magister Teknologi Informasi (MTI) Universitas Indonesia (UI) mengundang Ivan Lanin untuk mengisi kelas dengan mata kuliah Metodologi Kajian Studi Kasus. Kegiatan ini berlangsung di Kampus UI, Salemba pada Jumat, 17 April 2026. Kelas ini diselenggarakan pada pukul 19.00—21.30 WIB dan diikuti oleh 70 mahasiswa yang merupakan gabungan dari tiga kelas.
Sebelumnya, kegiatan tersebut sudah lama dilakukan oleh Ivan. Dalam kurun waktu 13 tahun terakhir, Ivan rutin mengisi kelas sebagai dosen tamu di MTI UI. Pada kegiatan ini, Ivan membahas penggunaan bahasa Indonesia pada tugas akhir dan laporan bisnis. Selama lebih dari satu dekade, Ivan melihat ada progres yang baik pada penulisan karya akhir para mahasiswa. “Saya melihat tiap tahun tulisannya makin membaik. Namun, ada setidaknya dua hal yang perlu disorot pada pertemuan kali ini, yaitu tingkat koherensi wacana dan kalimat yang efektif,” ujarnya.
Lalu, Ivan menanggulangi permasalahan tersebut dengan memberikan kerangka berpikir yang dapat digunakan untuk menganalisis tingkat kesiapan karya akhir para mahasiswa. “Saya menyebutnya MASDAS, singkatan dari masalah, akibat, dan sebab (MAS), kemudian, data, analisis, dan solusi (DAS),” ungkapnya.
Ivan menjelaskan bahwa kerangka berpikir tersebut bukanlah hal baru, melainkan sudah disederhanakan supaya lebih mudah dipahami oleh para mahasiswanya. Menurutnya, mahasiswa perlu diberikan cara termudah untuk melancarkan pemahaman. Melalui kerangka berpikir tersebut, ia dapat menilai permasalahan yang sering ditemukan pada penyusunan karya akhir.
Ivan memaparkan bahwa tiap tahap pada MASDAS akan mengungkapkan kesiapan karya akhir mahasiswa. Masalah paling umum yang ditemui adalah mahasiswa yang kurang memahami apa yang dikerjakan. “Hal ini kerap terjadi apabila topik yang dikerjakan adalah topik titipan,” jelasnya.
Selain membahas kerangka berpikir, Ivan juga menyinggung penulisan latar belakang. Menurutnya, penulisan latar belakang seharusnya berbentuk seperti piramida terbalik, berawal dari isu yang umum hingga fokus pada isu yang dituju. Dengan memahami pola tersebut, Ivan yakin mahasiswa akan makin mampu menulis dengan lebih baik lagi.
Melalui kegiatan ini, Narabahasa berharap para mahasiswa mampu meningkatkan kualitas penulisan akademik secara lebih terstruktur dan kritis. Kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa untuk meninjau kembali cara berpikir dan cara menulis mereka. Ke depannya, Narabahasa berharap dapat terus berkontribusi dalam penguatan literasi akademik di lingkungan perguruan tinggi.
Penulis: Tuah Ananda Setiawan
Penyunting: Zhafira Salsabila
