Tabah (Tanya Jawab Kebahasaan) kembali menemani Kerabat Nara pada Kamis, 4 September 2025. Memasuki episode ke-180, Tabah ditemani Ahmad Zaed Abdul Aziz (Duta Bahasa Provinsi Jambi 2022) dan Lalu Faesal Amrullah (Duta Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat 2020) sebagai pemantik, serta dipandu oleh Mufid sebagai moderator.
Sebelum sesi tanya jawab dimulai, moderator menanyakan alasan Zaed dan Faesal mengikuti ajang Duta Bahasa. Faesal bercerita bahwa dirinya terdorong karena melihat penggunaan bahasa di daerahnya yang masih sering bercampur dengan bahasa lain agar terdengar gaul.
Sementara Zaed mengaku sudah senang menulis sejak kecil, khususnya di buku harian. Meski awalnya kurang percaya diri, ia merasa ajang Duta Bahasa memberinya kesempatan berharga untuk terus belajar bahasa Indonesia hingga saat ini.
Sesi tanya jawab pun berlangsung interaktif. Salah satu pertanyaan menarik adalah mengenai penggunaan akal imitasi (AI) sebagai sumber informasi. Ivan Lanin menekankan pentingnya sikap kritis. “AI makin pintar, tetapi kita harus tetap skeptis. Apa pun informasi yang kita dapat, tetap perlu dicari rujukannya dan dikonfirmasi,” jelasnya.
Pertanyaan lain juga membahas penulisan huruf kapital pada kata subuh. Ivan menerangkan bahwa jika merujuk pada salat Subuh, huruf awal ditulis kapital. Namun, jika hanya menunjukkan keterangan waktu, ditulis dengan huruf kecil.
Pertanyaan lain menyinggung padanan kata bahasa Inggris yapping. Ivan menyebut padanan yang mendekati adalah ngoceh, meskipun kata ini termasuk ragam cakapan. Untuk ragam formal, dapat digunakan kata mengoceh yang bermakna berbicara cepat atau banyak bicara tanpa arah yang jelas.
Ivan juga menjelaskan pentingnya memahami perbedaan kata baku dan tidak baku. Kata baku adalah kata yang sesuai dengan standar bahasa Indonesia dan menjadi acuan dalam komunikasi resmi.
Selain itu, muncul pula pertanyaan mengenai penulisan yang benar antara mengklik dan mengeklik. Ivan menjelaskan bentuk yang benar adalah mengklik. Alasannya, meski terdapat kaidah yang menyebutkan bahwa kata dasar dalam satu suku kata menggunakan awalan menge- (seperti mengepel), terdapat prinsip lain yang berlaku pada kata yang berawalan konsonan rangkap, contohnya adalah mengklik.
Menutup sesi Tabah, Ivan mengingatkan pentingnya mempertahankan daya kritis. “Apa yang bisa memajukan manusia adalah rasa penasaran, karena itulah yang membuat kita selalu berkembang,” ujarnya.
Penulis: Yuhaenida Meilani
Penyunting: Rifka Az-zahra
