Narabahasa bekerja sama dengan Penerbit baNana untuk mengadakan kelas menulis bertajuk Kelas Menulis baNanara bersama Yusi Avianto Pareanom. Kelas dengan topik “Melukis Adegan yang Memanjakan Indra dengan Teknik ‘Show, Don’t Tell’ ini merupakan kolaborasi lanjutan dari Selebrasi Narabahasa (Senara) yang dilaksanakan pada Februari lalu. Kelas yang digelar secara luring di Omah Martimbang, Jakarta Selatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 25 April 2026, pukul 15.00–17.00 WIB.
Kolaborasi ini menjadi langkah awal Narabahasa dalam membentuk program-program baru yang dibutuhkan oleh masyarakat. Dengan menghadirkan penulis berpengalaman, kelas ini mendapatkan antusiasme yang baik. Salah satu respons yang banyak diterima adalah permintaan untuk mengadakan kelas menulis secara daring. Oleh sebab itu, Narabahasa melihat acara ini sebagai momentum untuk meningkatkan perhatian dan kemampuan masyarakat dalam hal literasi.
Yusi memulai kelas dengan menjelaskan pentingnya teknik show, don’t tell. Menurutnya, teknik show penting sebab dapat memindahkan pengalaman dari kepala penulis ke indra pembaca secara detail. “Teknik tell cenderung menghasilkan tulisan yang cepat dan ringkas, sedangkan show memang dapat memperlambat cerita, tetapi memberikan dampak yang jauh lebih kuat,” ujarnya.
Kelas ini dilaksanakan secara interaktif. Yusi menyisipkan latihan dalam materinya sehingga para peserta dapat menguji langsung materi yang didapatkan. Selain itu, selama kelas berjalan, para peserta dapat bertanya tanpa harus menunggu sesi pemaparan selesai. Yusi juga kerap memberikan pertanyaan kepada para peserta untuk mengetahui pengalaman menulis mereka.
Salah satu peserta bertanya kepada Yusi mengenai cara mengembangkan ide. “Ide saya sering kali datang pada saat saya sedang tidak menulis. Namun, ketika saya coba tuliskan ide tersebut, justru hasilnya tidak memuaskan. Apakah ada cara yang dapat dilakukan untuk menerjemahkan ide-ide tersebut menjadi sama baiknya ketika sudah dituliskan?” tanyanya. Menanggapi hal tersebut, Yusi menyarankan untuk merekam ide yang baru muncul sebelum ada kesempatan menulisnya langsung. Cara ini dapat membantu untuk mengingat detail ide yang mudah terlupakan ketika tidak langsung ditulis.
Terakhir, Yusi juga memberikan satu tip menulis yang sering kali dilanggar oleh para penulis. “Jangan menulis sambil menyunting. Hal tersebut justru rentan menghambat progres tulisan alih-alih menjaga kualitasnya,” tutupnya.
Narabahasa berharap program ini tidak berhenti sebagai kegiatan sewaktu, tetapi berkembang menjadi ruang belajar yang berkelanjutan. Melalui kolaborasi bersama Penerbit baNana dan Yusi Avianto Pareanom, Narabahasa berupaya menghadirkan pengalaman belajar menulis yang tidak hanya informatif, tetapi juga membangun kepekaan rasa dalam berkarya.
Penulis: Tuah Ananda Setiawan
Penyunting: Zhafira Salsabila

5 komentar
Beauty with a side of confidence. Dehradun Escorts dangerous combo.
You look absolutely stunning; Escorts in Ramnagar I love your vibe!
You just know how to bounce back on social media. Haldwani Call Girls Service
You are always adding a vibe to my Instagram. Nainital Escort Service
zkbe0s