Ivan Lanin Kembali Uji Ketelitian Peserta Adu Eja dalam Pesta Literasi Indonesia 2026

oleh Narabahasa

Ivan Lanin kembali menjadi juri Lomba Adu Eja pada Pesta Literasi Indonesia 2026 yang diselenggarakan oleh Gramedia Pustaka Utama (GPU). Perlombaan yang diikuti oleh lima puluh siswa kelas empat hingga enam sekolah dasar (SD) ini digelar pada Minggu, 27 September 2026, pukul 09.30 s.d. 12.00 WIB di Urban Forest Cipete, Jakarta Selatan. Tahun ini, Pesta Literasi Indonesia hadir di empat kota, yakni Jakarta, Semarang, Kupang, dan Palembang yang bertajuk “Membaca Republik”.

Lomba ini menghadirkan Ivan Lanin dari Narabahasa; Novera Kresnawati, editor GPU; dan Darmawati Majid, penulis sekaligus peneliti bahasa dari BRIN. Sepanjang acara, perlombaan bersanding dengan panasnya udara Jakarta, sementara juri harus tetap berkonsentrasi mendengarkan anak-anak menyebutkan huruf satu demi satu. “Satu huruf yang terlewat atau tertukar dapat menentukan nasib peserta,” sebut Ivan. 

Lomba Adu Eja terdiri atas tiga babak, yakni penyisihan, semifinal, dan final. Aturannya cukup sederhana. Peserta diberi waktu 30 detik untuk menyebutkan kata, mengejanya huruf demi huruf, lalu mengucapkan kembali kata tersebut untuk mengunci jawaban. Selain itu, peserta juga berkesempatan untuk meminta juri mengulangi kata dan menjelaskan artinya. 

Secara umum, tingkat kesulitan kata meningkat hingga final. Namun, Ivan mengaku bahwa dirinya menemukan beberapa kata yang justru sulit dieja pada babak penyisihan. Oleh sebab itu, tingkat kesulitan antarpeserta terkadang terasa tidak seimbang.  

“Ada yang mendapatkan kata yang mudah dieja, ada juga yang tidak beruntung lantaran mendapatkan kata yang sulit. Hal ini menjadi catatan penyelenggara untuk membagi bank soal dengan tingkat kemudahan dan kesulitan yang sama pada tiap babak. Dengan begitu, perbedaan waktu lebih mencerminkan kemampuan peserta daripada keberuntungan mendapatkan kata,” ungkap Ivan. 

Pada babak penyisihan, lima peserta tampil sekaligus dalam sepuluh gelombang dan dari setiap gelombang dipilih dua peserta yang menjawab dengan benar dan tercepat. Untuk itu, hanya tersisa dua puluh peserta yang melanjutkan langkah pada babak semifinal. Dua puluh peserta dibagi menjadi lima gelombang sehingga satu gelombangnya berisi empat peserta. Kemudian, tiap gelombang hanya menyisakan satu peserta terpilih sehingga lima finalis berhak melaju ke babak final. 

Kelima finalis tampil bersama dan tiap-tiapnya mendapatkan lima kata. Dari hasil babak final ini, finalis bernama Malika berhasil memperoleh nilai sempurna dan memastikan langkahnya sebagai pemenang. Menariknya, sebelum pengumuman pemenang, empat orang tua diundang untuk naik ke panggung dan mencoba adu eja agar dapat merasakan sendiri bagaimana rasanya berada di hadapan juri. “Rupanya mengeja kata yang terdengar sederhana tidak mudah, terlebih dengan suara lantang, mengikuti aturan, dan menghadapi batas waktu,” ungkap salah satu orang tua peserta. 

Dari sesi tersebut, Ivan justru mendapatkan gagasan untuk mengadakan lomba yang serupa, khusus bagi para orang tua. “Barangkali akan berlangsung heboh, jika penyelenggaraan berikutnya anak-anak menyaksikan orang tua mereka beradu eja di atas panggung,” tuturnya.

Hal menarik lainnya datang dari banyaknya kesalahan peserta ketika mengeja kata serapan. Misalnya, kata metamorfosis dieja menggunakan huruf p dan h mengikuti bentuk bahasa Inggrisnya. “Dari sana terlihat bahwa bahasa asal ternyata bisa menjadi jebakan ketika mengeja kata serapan,” ucap Ivan. 

Lomba Adu Eja ini merupakan salah satu upaya dari Gramedia Pustaka Utama dalam memberikan edukasi mengenai pentingnya literasi bagi anak-anak, khususnya dalam menguasai kosakata, mengenali bentuk baku, berkonsentrasi, dan berpikir cepat. Satu pelajaran yang dibawa pulang oleh Ivan sebagai juri adalah bahwa mengeja bukan hanya menyebutkan huruf demi huruf, melainkan juga menguji keterampilan diri dalam ketelitian, konsentrasi, dan ketenangan ketika harus melakukannya di bawah tekanan. 

 

Penulis: Jovita Dwi Swistika Murti

Penyunting: Rifka Az-zahra

Anda mungkin tertarik membaca

Tinggalkan Komentar