Pramubahasa Spesialis Hubungan Masyarakat mengobrol dengan Ario Tamat, pendiri KaryaKarsa, lewat siaran langsung Instagram berjudul Basa-basi Bahasa. Siaran langsung ini dimulai dari curhatan Ario tentang kekhawatiran pekarya yang jarang berpenghasilan dari karyanya. KaryaKarsa sebetulnya dimulai dari hobinya bermusik sehingga pada awalnya ditujukan untuk musik. Namun, pada prosesnya, KaryaKarsa menjadi populer di kalangan penulis. Platform tersebut akhirnya berubah arah menjadi platform pekarya, tetapi pengembangan di dalamnya untuk penulis.
Mengenai batasan, KaryaKarsa sebagai wadah tidak dapat membatasi karya pengguna maupun penikmatnya. Mulai dari tema karya sampai penyebarannya (bagi pekarya), serta konsumsi secara mandiri bagi penikmat. Hanya saja, KaryaKarsa menyediakan opsi untuk pelayangan gugatan secara resmi jika penulis terbukti melanggar perundang-undangan yang berlaku.
Bagi Ario, KaryaKarsa selain memberikan wadah, juga serius dalam memfasilitasi pengembangan penulis. Program pelatihan reguler sering kali menjadi obrolan dalam internal KaryaKarsa. Keseriusan ini dibuktikan oleh langkah awal KaryaKarsa menghimpun penulisnya secara daring.
Dari obrolan dalam siaran langsung tersebut, KaryaKarsa sangat terbuka pada pengembangan saran untuk karya teks maupun format lain. Apalagi, IP yang digunakan adalah IP penulis.
Penulis: Thesa Nurmanarina
Penyunting: Rifka Az-zahra
