ejaan

ejaan

Terjebak dalam EYD

Banyak teman saya yang tidak berkecimpung dalam bidang bahasa dan sastra. Ada yang bekerja di industri pertanian, hukum, musik, dan berbagai bidang lain. Meskipun demikian, tentu saja setiap ranah membutuhkan bahasa sebagai

Baca selengkapnya
ejaan

Numeralia

Numeralia disebut juga kata bilangan, yakni kata yang digunakan untuk mengemukakan jumlah atau kuantitas entitas (benda, orang, tumbuhan, serta hewan) dan konsep.  Saya sering berhadapan dengan penulis yang bingung dalam menuliskan kata

Baca selengkapnya
ejaan

Perbedaan dll., dsb., dst.

Siapa yang menyangka kalau ungkapan dan lain-lain (dll.), dan sebagainya (dsb.), serta dan seterusnya (dst.) memiliki fungsi yang berbeda?  Tiga ungkapan tersebut telah diatur di dalam PUEBI sebagai singkatan. Tentang penggunaannya,

Baca selengkapnya
ejaan

Fungsi Huruf Tebal

Ketika membaca tulisan, kita sering menemukan huruf, kata, atau bahkan kalimat yang dicetak hitam dan tebal. Dalam tipografi, hal ini disebut huruf tebal. Huruf tebal sejatinya berfungsi untuk menekankan atau membuat penekanan

Baca selengkapnya
ejaan

Sejarah Apostrof

Apostrof (‘) merupakan tanda baca dalam bahasa Indonesia yang diartikan sebagai penyingkat. Kita sering membaca sebuah kata dengan apostrof, seperti ‘kan, ‘ku, dan t’lah. Namun, ternyata pada awal kemunculannya, apostrof tidak hanya

Baca selengkapnya
ejaan

Tanda Pisah

Kita sering melihat tanda pisah (—) digunakan pada artikel-artikel populer. Biasanya, dalam satu kalimat panjang, terdapat suatu keterangan atau penjelasan tambahan yang disisipkan dengan tanda baca itu. Sebenarnya, apa saja fungsi tanda

Baca selengkapnya
menulis

Tulisan yang Bagus?

Sebagai seorang editor bahasa, saya sering mendapatkan pertanyaan dari teman-teman penulis, “Bagaimana cara membuat tulisan yang bagus?” Tentu sulit untuk menjawab itu. Ujung-ujungnya, saya hanya akan menjawab, “Ya … tergantung.”  Akan

Baca selengkapnya
ejaan

Dipisah atau Disambung?

Bagi mereka yang berkecimpung atau berprofesi di dunia penulisan, penggunaan di adalah pengetahuan awal. Ketika seorang wartawan atau penulis artikel, misalnya, menuliskan “disini”, “di makan”, bahkan “di mandikan”, saya bisa-bisa langsung

Baca selengkapnya