Ivan Lanin, Direktur Utama Narabahasa, hadir sebagai pembicara dalam Kelas Master Citra Pariwara Ke-34 bertopik “Penulisan Wara dalam Bahasa Indonesia” pada Kamis, 2 Desember 2021, di Grand Hyatt, Jakarta.

Pada awal pemaparan, Ivan terlebih dahulu menyampaikan bahasa yang baik dan benar. Menurutnya, berbahasa yang baik adalah dengan memperhatikan konteks, yakni usia, pendidikan, pekerjaan, dan status sosial lawan bicara. Sementara itu, berbahasa yang benar adalah dengan mengikuti kaidah, yakni tata bahasa dan ejaan. 

Setelahnya, ia menjelaskan laras bahasa. Menurutnya, penulisan wara sendiri termasuk dalam laras bahasa kreatif. Cirinya ialah paragraf dan kalimatnya pendek, pilihan katanya santai, serta ejaannya kreatif.

Ivan kemudian menguraikan lima tataran bahasa, yakni wacana, paragraf, kalimat, kata, dan ejaan. Selain itu, ia juga memerinci tiga gaya bahasa yang dapat digunakan pada penulisan wara, yaitu retorika, kiasan, dan repetisi.

Pada gaya bahasa retorika, misalnya, ia menjelaskan asidenton yang berarti adanya penghilangan konjungsi. Pada gaya bahasa kiasan, ia menjelaskan simile atau perbandingan eksplisit. Terakhir, pada gaya bahasa repetisi, ia menerangkan antanaklasis yang berarti kata dengan arti berbeda.

Sebelum menutup pemaparan, ia berpesan agar penulis wara perlu menguasai bahasa yang kreatif dan persuasif.

“Sebagai pekerja teks komersial, penulis wara perlu menguasai bahasa yang kreatif dan persuasif sesuai dengan tujuan dan audiens iklan. Kemampuan untuk merangkai kalimat, memilih kata, dan bermain dengan gaya bahasa merupakan tiga aspek penting yang perlu dipelajari,” tutupnya.

***

Penulis: Rassya Priyandira
Penyunting: Harrits Rizqi