Guna mempertajam kemampuan analisis dan pelaporan, Divisi Pengawasan Transaksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyelenggarakan pelatihan “Penulisan Laporan Efektif untuk Auditor dan Umum”. Pelatihan intensif ini diadakan selama dua hari, pada Senin hingga Selasa, 23 dan 24 Juni 2025, dengan bertempat di Rumah Singgah BEI, Jl. Cisanggiri III No. 2, Jakarta Selatan.
Pelatihan ini diselenggarakan sebagai respons atas peran krusial Divisi Pengawasan Transaksi. Sebagai pihak pertama yang memantau kegiatan transaksi harian, divisi ini bertanggung jawab untuk mendeteksi berbagai aktivitas perdagangan yang tidak biasa atau mencurigakan.
Oleh karena itu, kemampuan untuk menyusun laporan hasil pemeriksaan yang jelas, komprehensif, dan akurat menjadi sangat vital. Laporan tersebut merupakan dasar bagi Divisi Listing dalam mengambil tindakan tegas dan terukur, seperti suspensi atau bahkan delisting emiten, untuk menjaga integritas dan kepercayaan pasar.
“Laporan yang efektif memastikan informasi penting tersampaikan secara lengkap dan tepat sasaran. Ini adalah kunci agar tindakan yang diperlukan dapat dieksekusi dengan cepat dan akurat berdasarkan data yang kami sajikan,” ujar seorang perwakilan dari penyelenggara.
Pada pelatihan ini, terdapat hal menarik, yaitu hasil sesi menulis bebas (free writing) semua peserta yang hadir. Uda Ivan Lanin sebagai pengajar dan Ito Kristin yang menjadi moderator hari itu pun turut menulis. Sesi menulis bebas ini memunculkan beragam suara dan pengalaman yang mencerminkan kekayaan cara pandang para peserta.
Ada yang mengangkat momen personal, mulai dari kegembiraan menonton konser Coldplay, ketegangan saat bermain kano, hingga refleksi diri dalam menghadapi kelelahan dan tantangan hidup. Ada juga beberapa tulisan yang menyoroti aktivitas harian yang sering kali luput diperhatikan, seperti memilih rute transportasi umum, pengalaman pertama bermain olahraga di kantor, atau sekadar menyusun agenda hari itu.
Ada pula yang mengisahkan kejadian kecil yang membekas: diberi kado oleh teman, kelucuan kucing peliharaan, sampai rasa kesal yang berubah jadi pelajaran hidup di kursi taksi. Sementara itu, sejumlah tulisan mengajak pembaca merenung lebih jauh, mulai dari makna manifestasi, makna “keren” dalam hidup, hingga proses bersyukur di tengah rutinitas.
Semua ini menunjukkan bahwa satu tema yang sama dapat ditulis dengan cara yang sangat berbeda: hangat, lucu, kritis, bahkan filosofis.
Penulis: Prastika Dewi Untari
Penyunting: Mochammad Naufal Ghifari