Ivan Lanin Bagikan Perjalanan Meniti Karier dan Diskusi Fenomena Bahasa bersama Teknik Kimia ITB
Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar Kuliah Tamu: Seminar Keprofesian Teknik Kimia yang turut mengundang Ivan Lanin dari Narabahasa untuk menjadi narasumber luring. Kegiatan ini berupa diskusi seputar perjalanan alih karier Ivan Lanin hingga fenomena penggunaan akal imitasi (AI) dalam berbahasa. Seminar ini diselenggarakan pada Jumat, 25 September 2026, di ITB Kampus Ganesha, pukul 13.00 s.d. 17.00 WIB.
Dalam kegiatan ini, Ivan Lanin membagikan pengalamannya dalam meniti karier yang cukup beragam. Ketertarikannya menjadi guru bahasa Indonesia mengantarkannya pada dunia kebahasaan lewat Narabahasa yang ia dirikan sejak 2020 sebagai perusahaan yang menyediakan produk dan layanan kebahasaan.
Agenda dalam diskusi ini dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama pada pukul 13.00 s.d. 14.45 berupa bincang hangat terkait Wikipedia Teknik Kimia ITB dan sesi selanjutnya membahas keprofesian mahasiswa Teknik Kimia. Dalam sesi awal, Ivan bercerita tentang awal mula dirinya aktif menulis di Wikipedia.
“Sebelum terjun ke dunia bahasa, saya pernah menjadi konsultan manajemen risiko. Profesi tersebut menuntut saya untuk mengasah kembali kemampuan berbahasa. Lalu, saya aktif di Wikipedia Bahasa Indonesia dan komunitas penerjemah, terutama untuk mencari beragam padanan istilah dalam bahasa Indonesia,” jelas Ivan.
Pada sesi seminar keprofesian, Ivan mengaku bahwa alih karier yang ia jalani saat ini membawanya makin jauh dari Teknik Kimia. Hal tersebut yang mungkin sempat tebersit di benak banyak orang ketika mendengar profil karier Ivan. Namun, melalui kegiatan ini, Ivan mengungkapkan bahwa Teknik Kimia tetap menjadi rumahnya bertumbuh kembang, terutama dalam membentuk pola pikirnya.
“ITB tetap menjadi rumah bagi saya. Pengalaman berkuliah ini membentuk cara berpikir holistik, khususnya dalam strategi perancangan pabrik yang turut saya terapkan untuk melihat sesuatu secara lebih detail dan menyeluruh,” ujarnya.
Seminar yang dihadiri oleh kurang lebih 30 mahasiswa Teknik Kimia ini juga membahas fenomena penggunaan AI yang kini makin gencar diterapkan oleh banyak orang. Ivan mengatakan bahwa dengan melejitnya penggunaan AI, justru kemampuan berbahasa makin dinilai penting. Sebab, keterampilan bahasa tetap digunakan oleh manusia untuk menyampaikan gagasan dengan baik, terlebih ketika menggunakan AI.
“Makin banyak hal yang direnggut oleh AI, tetapi satu potensi yang masih tersisa oleh manusia adalah kemampuan berbahasa. Apabila prompt yang diperintahkan tidak dijelaskan dengan baik dan benar, AI juga tidak akan menghadirkan jawaban yang sesuai dengan apa yang kita inginkan,” jelasnya.
Dalam sesi ini, Ivan juga menuturkan bahwa AI merupakan alat bantu manusia, bukan alat serbabisa. Untuk itu, secara alami manusia tetap akan menggunakan akal kreatifnya dalam menentukan pilihan yang diberikan oleh AI.
Selain itu, pembahasan lainnya, seperti pencampuran bahasa dalam komunikasi, turut diperbincangkan. Dalam hal ini, Ivan mengenalkan konsep hakikat bahasa, yakni arbitrer (manasuka) dan dinamis. “Pencampuran bahasa yang saat ini cukup marak bukanlah fenomena baru karena ini adalah bagian dari kedinamisan bahasa yang mengikuti budaya dan zaman. Selain itu, fenomena ini berkaitan erat dengan sosiolinguistik yang secara alami dapat berubah mengikuti lingkungan dan lawan bicara,” tuturnya.
Seminar berlangsung interaktif dengan tingginya antusiasme dari para mahasiswa, terutama dalam topik keprofesian yang cukup menjadi tantangan bagi mahasiswa yang masih “hilang arah”. Menurut Ivan, mahasiswa harus cerdik dan tidak terpaku oleh bidang studi sehingga mereka dapat menerapkan konsep ikigai—filosofi hidup rakyat Jepang—agar tidak kehilangan alasan dalam menjalani hidup.
Penulis: Jovita Dwi Swistika Murti
Penyunting: Rifka Az-zahra
Ivan Lanin Soroti Pentingnya Bahasa dalam Penulisan Kebijakan melalui Akademi Penulisan Bappenas
Ivan Lanin Kembali Uji Ketelitian Peserta Adu Eja dalam Pesta Literasi Indonesia 2026
Kelas Daring Publik: Mengubah Pengalaman yang Membekas Menjadi Cerita yang Berkualitas