Kinara (Kicauan Narabahasa) episode ke-61 kembali hadir pada Sabtu, 13 Desember 2025 melalui platform Spaces X. Bersama Reda Gaudiamo, Kinara kali ini membahas buku terbarunya yang berjudul Kios Pasar Sore dan Cerita Orang-Orang Biasa Lainnya.
Saat membahas proses mengumpulkan cerita, Reda menjelaskan awal mula munculnya ide 31 cerita pendek dalam buku Kios Pasar Sore. “Semua ide datang dari orang-orang yang saya lihat dan dengar, lalu satu per satu saya tulis. Jika dilihat sekilas, buku ini seperti cerita profil dari banyak orang,” ungkapnya.
Selain mengamati dan mendengarkan kehidupan orang-orang sekitar, Reda juga memaparkan proses kreatifnya dalam menulis. “Biasanya saya tambahkan juga alur ceritanya. Saya memotret kondisi atau adegan nyata, lalu melihat dan menduga. Ada juga cerita yang berangkat dari kisah nyata; saya ambil sebagian lalu saya olah menjadi cerita baru,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bagaimana menulis cerita menarik dari kejadian yang tampak biasa. Menurutnya, foto atau gambar dapat digunakan untuk membayangkan cerita di baliknya. Banyak pertanyaan bisa muncul saat melihat sebuah gambar atau foto yang menarik perhatian. Dari situlah cerita dapat ditulis.
“Saya merasa cerita yang saya dengar itu menarik untuk ditulis. Di tiap pojok kota selalu ada hal menarik untuk diceritakan. Setiap hal seakan meneriakkan cerita; tinggal kita mau menangkap dan menjadikannya cerita baru atau membiarkannya lewat,” tutur Reda.
Dalam menangkap peristiwa agar menjadi cerita, Reda menekankan pentingnya kemauan untuk mengamati dan mendengarkan hal-hal sekitar. Setelah itu, penulis perlu memikirkan dan mencatatnya menjadi poin-poin ide, lalu mengembangkannya menjadi tulisan.
Ia juga menegaskan bahwa menulis bukan bakat, melainkan keahlian yang harus dilatih secara tekun. Jika tidak diasah, penulis akan terus kesulitan menemukan kalimat pertama dan meneruskan tulisan. Tanpa latihan, kesulitan itu akan terus berulang.
Terkait kiat menulis cerita pendek, Reda menekankan pentingnya memberikan kepercayaan kepada pembaca. “Yang paling penting adalah berani memberikan kepercayaan kepada pembaca untuk menemukan hal-hal yang tidak sempat kita sampaikan; hal-hal tersirat yang berani kita percayakan kepada pembaca,” ujarnya.
Ia juga mengajak penulis untuk menyediakan waktu untuk memperhatikan orang-orang di sekitar. Dengan membuka mata dan memberikan kesempatan untuk mengamati, penulis dapat melatih kepekaan terhadap detail dan menemukan keasyikan dalam memperhatikan kehidupan orang lain.
Setelah menulis buku ini, Reda mengaku memperoleh banyak pembelajaran. Ia menyadari bahwa manusia sering kali cepat berasumsi tanpa mengetahui perjuangan orang lain. Ia mengatakan, “Saya belajar bahwa hidup itu luar biasa. Saat kita merasa hidup sudah sulit, ternyata ada orang lain yang hidupnya lebih sulit, tetapi tidak mengeluh.”
Menutup obrolan di Kinara, Reda menyampaikan harapannya. “Saya ingin Teman-Teman juga menulis dan belajar menceritakan kisah-kisah tentang apa yang kalian lihat. Bukan semata-mata agar diterbitkan; setidaknya kita mencatat orang-orang yang kita temui. Buatlah jejak dan catatan. Tuliskan hal-hal yang dekat di hati, tidak harus sesuatu yang besar,” tutupnya.
Penulis: Yuhaenida Meilani
Penyunting: Rifka Az-zahra
