Kinara Episode Ke-54: Belajar Berdamai Lewat Tulisan

oleh Narabahasa

Program Kinara (Kicauan Narabahasa) kembali hadir pada Minggu, 24 Agustus 2025. Episode ke-54 ini menghadirkan Grecia Suhardi, penulis buku Benih Waktu yang disiarkan langsung melalui platform Spaces X serta dipandu oleh Tyas sebagai moderator.

Grecia, seorang ibu dua anak yang telah menetap di Jerman selama 15 tahun, menceritakan awal mula menulis buku pertamanya. Ia mengaku sudah lama menyukai menulis, meski sebelumnya hanya sebatas tulisan untuk koleksi pribadi.

Dorongan menulis itu hadir ketika ia teringat kisah almarhum ibunya yang meninggal pada usia 45 tahun, saat Grecia baru berusia 18 tahun. “Saya ingin anak-anak saya tahu kisah neneknya. Awalnya hanya proyek pribadi, tetapi kemudian editor menawarkan untuk mengajukannya ke penerbit,” ujarnya.

Dalam menulis Benih Waktu, Grecia menceritakan prosesnya menulis bab-bab awal yang menggambarkan kehilangan terbesar dalam hidupnya. Sering kali dirinya harus menulis sambil menangis saat memvisualisasikan kembali masa-masa itu. Namun, ia berusaha menjadikan rasa kehilangan sebagai energi untuk melahirkan karya.

Grecia juga menyinggung pentingnya kejujuran emosi dalam menulis, tetapi tetap memperhatikan kenyamanan pembaca. “Saya sadar setiap orang punya kenyamanannya masing-masing. Karena itu, saya berusaha memilih kata-kata dan menggambarkan perasaan tidak secara mentah, tetapi dengan metafora,” katanya.

Selain itu, Grecia juga menekankan pentingnya disiplin dalam menjaga konsistensi menulis. Menurutnya, rutinitas baru hanya bisa terbangun jika dilakukan setiap hari. Walaupun kadang merasa belum siap menulis, ia tetap menyempatkan diri untuk mencatat ide-ide penting agar waktunya tidak terbuang sia-sia. “Tipnya [adalah] buat catatan dan lakukan secara konsisten,” ujarnya.

Buku Benih Waktu tidak hanya mengisahkan kehilangan, tetapi juga fase-fase kehidupan yang dialami banyak orang—masa ketika merasa hidup tidak adil, jatuh cinta, hingga pengalaman menjadi seorang ibu. “Setiap orang akan mengalami fase itu. Pencarian jati diri, kebingungan, dan kehilangan,” ungkapnya.

Grecia juga berbagi pengalaman yang ia petik dari proses kreatifnya. “Dengan menulis, saya bisa jujur, belajar memaafkan, dan melihat dari sudut pandang berbeda,” ujarnya. Ia juga mengingatkan pentingnya menghargai waktu. “Kita sering tidak benar-benar paham arti waktu sampai ada momen kehilangan. Semoga kita bisa menjadikan waktu yang ada lebih berarti,” pesannya.

Menutup Kinara episode ke-54, Grecia mendorong siapa pun yang ingin menuliskan kisah pribadinya untuk berani memulai. “Jangan hanya menunggu. Kalau tidak mencoba, kita tidak akan pernah tahu. Menulis bisa jadi cara berdamai dengan perasaan, sekaligus mewujudkan mimpi agar tidak hanya tinggal di kepala,” tutupnya.

 

Penulis: Yuhaenida Meilani

Penyunting: Rifka Az-zahra

Anda mungkin tertarik membaca

Tinggalkan Komentar