Kelas Daring Praktis (KDP) kembali diselenggarakan Narabahasa pada Senin, 8 November 2021, melalui ruang Zoom. KDP kali ini bertopik “Kiat Menulis Karya Ilmiah” dengan Ivan Lanin sebagai widyaiswara. Pada kesempatan ini, Ivan secara spesifik menjelaskan kiat menulis karya ilmiah murni.

Dalam pemaparannya, Ivan mengatakan, setiap orang memiliki peluang untuk menulis sebuah karya ilmiah, baik murni maupun populer. Namun, ketika membuatnya, ada tiga aspek yang perlu diperhatikan, yakni pembaca, bahasa, dan penyajian.

“Pembaca karya ilmiah murni adalah penguji, akademisi, dan peneliti lain, sedangkan karya ilmiah populer adalah masyarakat umum. Dari aspek bahasa, karya ilmiah murni menggunakan bahasa selingkung ilmiah. Sementara itu, karya ilmiah populer menggunakan bahasa umum yang lebih mudah dipahami pembaca umum,” ucapnya.

“Kemudian, dari aspek penyajian, karya ilmiah murni disajikan secara kaku dan sistematis sesuai dengan ketentuan publikasi yang ditetapkan. Penyajian karya ilmiah murni juga minim dari subjektivitas. Sementara itu, penyajian karya ilmiah populer lebih fleksibel dan banyak menggunakan pengayaan materi,” lanjutnya.

Ivan mengungkapkan, secara umum ada lima tahap dalam menyusun sebuah karya ilmiah. Pertama, tahap yang perlu dilakukan ialah menyusun rumusan masalah.

“Sebuah karya ilmiah biasanya berangkat dari satu pertanyaan. Pada tahap awal, kita perlu merumuskan dulu hal yang menjadi pertanyaan kita. Pertanyaan itu dapat berangkat dari hal yang kecil ataupun besar,” jelas Ivan.

Setelah merumuskan masalah, tahap selanjutnya adalah menyusun proposal. Hal yang dapat mempermudah ketika menyusun proposal adalah banyak membaca berbagai literatur.

Selanjutnya, Ivan menyampaikan, tahap ketiga adalah mendata dan menganalisis. Pada tahap ini, peneliti perlu mengumpulkan data-data melalui metode tertentu. Data yang terkumpul itu kemudian dianalisis.

“Ketika meneliti program Tanya Jawab Kebahasaan (Tabah), kami mengumpulkan data dengan mengukur sebaran. Setelahnya, kami melakukan penafsiran berdasarkan kajian deskriptif terhadap pertanyaan-pertanyaan yang kerap diajukan,” lanjutnya.

Usai mendata dan menganalisis, tahap keempat ialah menulis dan menyunting. Ada tiga bagian yang harus dilengkapi dalam karya ilmiah, yaitu bagian awal, utama, dan akhir.

Pada bagian awal, isinya terdiri atas sampul dan judul, pengantar dan prakata, daftar isi dan ilustrasi, serta abstrak. Sementara, bagian utama berisi pendahuluan, pembahasan, dan penutup. Lalu, lampiran, daftar pustaka, dan indeks mengisi bagian akhir. Tulisan yang sudah selesai dibuat kemudian disunting guna mengecek kesesuaian laras dan tataran bahasa.

Tahap yang terakhir adalah penyelesaian dan penyajian. Karya ilmiah terlebih dahulu diserahkan kepada dan diperiksa oleh lembaga pemberi tugas. Setelahnya, tulisan tersebut dipublikasikan sesuai jenisnya.

***

Penulis: Rassya Priyandira
Penyunting: Harrits Rizqi