Narabahasa kembali diundang sebagai pembicara dalam diskusi daring oleh KMO (Komunitas Menulis Online) Indonesia dalam penyelenggaraan Festival Literasi selama tiga hari pada Kamis s.d. Sabtu, 6 s.d. 8 Agustus 2026, setiap pukul 20.00 s.d. 22.00 WIB melalui Zoom. Festival ini mengundang enam pembicara dengan berbagai pengalaman, salah satunya Ivan Lanin yang memiliki pengalaman dalam dunia literasi dan kepenulisan. Festival literasi yang dihadiri oleh lebih dari 750 peserta ini diselenggarakan sebagai ajang pengenalan ekosistem baru yang telah dibangun oleh KMO Indonesia melalui aplikasi KMO bagi publik. Aplikasi yang dikembangkan ini diharapkan dapat mendukung secara aktif proses belajar, berkarya, dan bertumbuh dalam ekosistem literasi.
Festival ini mengundang Ivan Lanin sebagai pembicara pada gelaran hari pertama. Dalam sesi bertajuk “Belajar Menulis dengan Menulis: Dari Gagasan hingga Kebiasaan”, Ivan membuka pemaparannya lewat pengalamannya yang telah lancar menulis nonfiksi selama lebih dari 1.300 hari tanpa terputus. Berangkat dari pengalaman tersebut, Ivan mengajak peserta untuk membangun keberanian menemukan bahan tulisan dari kehidupan dan menyampaikan gagasannya dengan bahasa yang baik, jernih, dan mudah dipahami.
Ivan juga berbagi cerita kepada peserta ketika pengalamannya menulis fiksi cerpen justru mengembalikannya menjadi penulis pemula. “Sekitar 600 kata karya nonfiksi bisa saya tulis dalam waktu satu jam dengan topik yang beragam, seperti teknologi, sains, sejarah, refleksi, dan topik lainnya. Namun, begitu menulis fiksi, saya justru tersendat,” jelas Ivan. Ia juga menambahkan bahwa dua jam menulis belum tentu menghasilkan sebuah cerita yang selesai.
Dari proses belajar mengembangkan tulisan cerpen, Ivan akhirnya menemukan metode yang membantunya keluar dari persoalan terbesar penulis pemula fiksi, yaitu menemukan gagasan. Ivan memberikan pesan kepada peserta untuk tidak menunggu inspirasi muncul dari kehampaan, tetapi justru harus menjemputnya dengan membaca karya fiksi yang sudah ada dan mempelajari cara cerita dalam buku tersebut dibangun. Kemudian, Ivan menyederhanakan empat tahapan tersebut menjadi baca, bongkar, ganti, dan rakit. “Dalam penerapan metode ini, kita bukan mempelajari peristiwa pada karya yang kita baca, melainkan memahami fungsi adegan dan tenaga yang menggerakkan cerita,” pungkasnya.
Saat pemaparan berlangsung, Ivan juga mengingatkan peserta bahwa kemampuan menulis akan tumbuh melalui praktik. “Gagasan memberi bahan; keberanian melahirkan draf tulisan; keterampilan berbahasa memperbaiki tulisan; dan kebiasaan menumbuhkan kemampuan,” ungkap Ivan. Pesan tersebut menjadi inti pemaparan sesi Ivan dalam Festival Literasi KMO Indonesia 2026. Peserta yang hadir tidak diajak untuk menunggu kemampuan datang sebelum berani mulai menulis, tetapi justru didorong untuk membangun kebiasaan menulis berkelanjutan.
Festival literasi yang membawa Narabahasa menjalin kerja sama dengan KMO Indonesia ini diharapkan menjadi ruang pengingat bagi peserta yang masih ragu untuk mulai membiasakan diri dengan menulis. Kegiatan daring ini bukan hanya sebagai ajang pengenalan proses menulis secara lebih dekat dengan kehidupan, melainkan juga sebagai simbol terbukanya akses ekosistem literasi baru melalui aplikasi digital KMO Indonesia.
Penulis: Jovita Dwi Swistika Murti
Penyunting: Rifka Az-zahra
