Merangkai Kalimat Efektif Lewat Rumus MRM

oleh Narabahasa

Merabu Episode Ke-5 telah dilaksanakan oleh Narabahasa pada Rabu, 5 Agustus 2026, pukul 19.00 s.d. 20.00 WIB di Omah Martimbang, Jakarta Selatan. Merabu pekan ini mengusung topik “Merangkai Kalimat yang Jelas dan Efektif” yang menjadikan Ivan Lanin sebagai narasumber. Peserta diajak untuk bersama-sama memahami jenis-jenis kalimat yang ada pada karya tulis fiksi dan nonfiksi milik mereka. Program ini diikuti oleh 10 peserta yang bertempat tinggal di sekitar wilayah Jakarta.

Merabu episode ini dibuka oleh Nazwa Aulia Ayundari sebagai pembawa acara yang menyambut peserta dengan penuh semangat. Ivan sebagai narasumber mengawali kelas ini dengan melempar pertanyaan pada setiap peserta. Peserta diminta untuk menyebutkan nama dan karya tulis yang biasanya mereka buat. Jawaban mereka bervariasi, mulai dari naskah novel, cerpen, artikel berita, naskah hukum, hingga wara (copy).

Berangkat dari interaksi tersebut, Ivan menjelaskan pembeda kandungan narasi pada setiap struktur kalimat yang ada pada naskah fiksi dan nonfiksi. Dari sana, Ivan juga meminta peserta untuk menyiapkan karya tulis yang pernah mereka buat untuk dievaluasi pada sesi terakhir. Setelah berhasil memahami kecenderungan kalimat yang berbeda antara karya fiksi dan nonfiksi, Ivan juga mengenalkan cara menyusun struktur kalimat aktif dan pasif. Dalam materi ini, Ivan lebih banyak mengajak peserta untuk berpikir dengan memberikan dua contoh karya, yakni fiksi dan nonfiksi. Kemudian, setiap peserta diminta untuk membaca sekaligus menentukan aspek yang membedakan struktur kalimat yang ada pada dua contoh karya tersebut.

Dari sana, peserta terlihat sudah lihai dalam menganalisis unsur pembeda yang kontras antara struktur karya tulis fiksi dan nonfiksi. Agar jauh lebih paham, Ivan memberikan contoh karya tulis yang berbeda dari sebelumnya untuk ditelusuri lebih jauh keefektifan rangkaian kalimatnya. Terakhir, Ivan juga menjelaskan bahwa baik dalam karya fiksi maupun nonfiksi, bentuk kalimat narasi bisa dikembangkan melalui rumus MRM (momen, reaksi, makna) sehingga pembaca dapat lebih mudah menangkap tujuan dari tulisan tersebut.

Merabu ditutup dengan sesi berbagi melalui diskusi antara peserta dan narasumber. Ada yang berkonsultasi perihal kesulitan mereka dalam mempraktikkan kelengkapan struktur kalimat kepada murid sekolah dan hambatan mereka dalam menulis. Ada juga yang meminta tulisannya untuk dikomentari. Suasana penuh antusiasme dalam Merabu pekan ini menjadi penanda bahwa diskusi karya tulis dapat menumbuhkan semangat untuk terus menulis dan berkembang bersama.

Penulis: Jovita Dwi Swistika Murti

Penyunting: Rifka Az-zahra

Anda mungkin tertarik membaca

Tinggalkan Komentar