Narabahasa dan Kemenkoinfra Bahas Laporan Kinerja Instansi

oleh Narabahasa

Narabahasa menjadi narasumber pada kegiatan luring bersama Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenkoinfra). Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 2 Februari 2026, pukul 13.00–16.00 WIB, dengan topik “Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah”. Acara ini berlangsung di The Margo Hotel, Depok, Jawa Barat.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ivan Lanin sebagai widyaiswara dan para pegawai Biro Manajemen Kinerja dan Kerja Sama sebagai peserta. Acara ini berjalan dengan antusiasme yang baik, ditunjukkan dengan padatnya sesi diskusi selama acara berlangsung.

Rangkaian kegiatan berjalan seperti biasa. Ivan Lanin menyampaikan materi mengenai tata bahasa dan laporan kinerja secara umum dan melanjutkannya dengan penjelasan contoh dari peserta.

Pada tahap pemaparan, Ivan menekankan pentingnya memahami tahap pengerjaan bab akuntabilitas di laporan kinerja dengan baik. Menurutnya, pada bagian ini capaian kerja bisa dijelaskan secara detail. Ia juga menjelaskan salah satu kesalahan yang sering kali terjadi ketika menulis laporan kinerja. “Yang sering luput dari perhatian adalah analisis. Selain menyampaikan data, penting juga untuk melakukan analisisnya. Tahap-tahap ini merupakan penerapan prinsip ilmiah,” ujarnya.

Selanjutnya, Ivan menjelaskan pentingnya kemampuan menceritakan data (data storytelling). Menurutnya, isu ini sering terjadi karena pengerjaan laporan kinerja telah menjadi rutinitas sehingga prosesnya menjadi disepelekan. Ivan memberikan saran untuk memudahkan proses penceritaan data. “Kita bisa mengerjakannya dengan memperhatikan tiga alur, yaitu apa yang menjadi kendala, apa dampaknya terhadap pencapaian, dan solusi apa yang perlu dilakukan,” ungkapnya.

Kemudian, Ivan mengidentifikasi contoh yang diberikan para peserta dan menemukan salah satu kesalahan yang kerap terjadi dalam proses penyusunan laporan kinerja, yaitu ketidakpatuhan terhadap format penyusunan.

Pada akhir sesi, Ivan memaparkan pencapaian lain yang perlu diceritakan. “Di luar dari yang diminta atau diperjanjikan, sebuah unit kerja bisa saja melakukan hal-hal lain, misalnya mengikuti kompetisi atau menerima kunjungan. Kedua hal tersebut bisa disampaikan sebagai bentuk pencapaian lain,” jelasnya.

Narabahasa berharap kegiatan ini dapat menjadi pemahaman praktis bagi para peserta dalam menyusun laporan kinerja yang tidak hanya rapi secara bahasa dan patuh format, tetapi juga kuat secara analisis dan narasi. Melalui pemahaman yang lebih utuh, Narabahasa berharap laporan kinerja mampu merepresentasikan capaian kerja secara jujur, jelas, dan bermakna bagi para pemangku kepentingan.

Penulis: Tuah Ananda Setiawan

Penyunting: Rifka Az-zahra

Anda mungkin tertarik membaca

Tinggalkan Komentar