Lisan Episode Ke-31: Menyelami Hipnosis Linguistik

oleh Narabahasa

Selisik Kebahasaan (Lisan) episode ke-31 menjadi kegiatan Lisan pertama pada 2026. Kali ini, Lisan menghadirkan Asep Herna, direktur MACS909 Bidang Periklanan & Komunikasi dan instruktur tersertifikasi oleh Indonesia Board of Hypnotherapy, untuk memaparkan topik berjudul “Hipnosis Linguistik: Pengaruh Bahasa terhadap Alam Bawah Sadar”. Program ini dipandu oleh Annika Nurma Roji selaku moderator.

Asep memulai pemaparan dengan menjelaskan pengategorian linguistik secara umum. Ia menyatakan bahwa hipnosis linguistik memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi salah satu bagian dari linguistik terapan. “Hal ini karena alat dari hipnosis adalah bahasa dan bahasa adalah salah satu subjek kajian linguistik,” ujarnya.

Asep menjelaskan lebih lanjut mengenai konsep hipnosis. Menurutnya, hipnosis adalah fenomena pergeseran kesadaran. “Hipnosis adalah fenomena bergesernya kesadaran dari pikiran sadar dengan gelombang otak di posisi 25-12 herz ke pikiran bawah sadar dengan gelombang otak di posisi 12-4 herz,” jelasnya. 

Lebih lanjut, Asep memaparkan tiga level kesadaran manusia, mulai dari kesadaran normal, keadaan hipnosis, hingga keadaan tidur. Ia mengungkapkan perbedaan dari ketiga keadaan tersebut di otak dan dampak yang dirasakan pada keadaan-keadaan tersebut. Asep memfokuskan pembahasan pada keadaan hipnosis dengan menjelaskan lima struktur keadaan hipnosis, yaitu tahap prainduksi, induksi, pendalaman, sugesti, dan penormalan.

Pada sesi tanya jawab, Ahmad Baihaqi bertanya mengenai kegunaan hipnosis untuk mengatasi kesulitan tidur. Asep menjawab, “Secara formal, seseorang dapat mempelajari kelima struktur keadaan hipnosis untuk dapat menggunakan sugesti dengan baik untuk banyak hal, salah satunya untuk tidur.”

Terakhir, Asep menyampaikan pesan kepada Kerabat Nara yang memiliki ketertarikan terhadap hipnosis linguistik. Menurutnya, kata memiliki kekuatan yang besar dan hal tersebut mungkin belum sepenuhnya bisa dipahami. “Satu hal yang jelas, saat ini kita menyadari bahwa kata itu doa; doa yang memiliki implikasi ke orang lain atau diri sendiri. Karena itu, mulai saat ini, produksilah kata-kata yang baik,” jelas Asep.

Melalui kegiatan ini, Narabahasa berharap Lisan dapat terus menghadirkan ruang diskusi kebahasaan dengan topik-topik yang relevan. Pembahasan mengenai hipnosis linguistik diharapkan menjadi pemantik kesadaran bahwa bahasa tidak hanya bekerja pada ranah makna, tetapi juga memiliki pengaruh mendalam terhadap cara berpikir, perasaan, dan tindakan, baik secara personal maupun sosial.

Penulis: Tuah Ananda Setiawan

Penyunting: Rifka Az-zahra

Anda mungkin tertarik membaca

Tinggalkan Komentar