Mesin Ancam Kualitas SDM: Allianz Belajar Menulis Tanpa Templat

oleh Narabahasa

Allianz mengundang Narabahasa untuk mengisi pelatihan dengan topik “Keterampilan Menulis Efektif”. Kegiatan ini berlangsung di WTC Tower, Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Selasa, 10 Februari 2026. Pelatihan ini diikuti oleh berbagai divisi di Allianz dan diselenggarakan pada pukul 08.30—16.30 WIB.

Ivan Lanin hadir sebagai pemateri pada kegiatan ini. Ivan membawa pembaruan dengan mencoba pendekatan baru, yaitu membicarakan laras bahasa mulai dari sastra hingga hukum. Pendekatan ini didasari oleh beragamnya peserta yang masing-masing memiliki tugas dan fungsi yang berbeda. 

Ivan mengidentifikasi satu permasalahan umum yang dapat ditemukan di beberapa perusahaan, yaitu hilangnya kreativitas penulisan yang disebabkan oleh penggunaan templat. Menurut Ivan, narasi yang sama dan berulang menjadi masalah sebab hal tersebut rentan untuk digantikan oleh mesin. 

Ivan menjelaskan bahwa kebiasaan tersebut dapat melanggengkan permasalahan yang justru akan berdampak buruk pada sumber daya manusia (SDM) suatu perusahaan. Ia juga mengungkapkan bahwa penggunaan templat artinya menciptakan sebuah pola yang kemudian bisa dipelajari secara cepat oleh mesin.  “Penulisan dengan templat, bahkan jika ada penyesuaian terkait pasar pun, sudah bisa dilakukan oleh mesin. Jangan sampai kebiasaan yang diciptakan secara sadar ini menjadi penyebab dari pengalihan SDM menjadi mesin,” ujarnya.

Permasalahan tersebut dijawab oleh Ivan melalui penjelasan materi mulai dari wacana hingga ejaan. Materi ini menjadi dasar untuk penjelasan selanjutnya mengenai jenis-jenis penulisan. Ivan menjelaskan delapan jenis tulisan yang perlu para peserta pahami. Tulisan-tulisan tersebut meliputi pantun, wara (copy), artikel, komunikasi bisnis, sampai dengan naskah hukum. 

Saat memasuki sesi praktik, Ivan menggunakan dokumen dari dua peserta berupa selebaran pengumuman dan memo internal. Sesi ini digunakan Ivan untuk menjelaskan cara meningkatkan efektivitas penulisan para peserta melalui contoh langsung. Setelah itu, Ivan juga melaksanakan sesi latihan menulis kilat. Sesi terakhir ini berlangsung selama 15 menit dan para peserta dibebaskan untuk menulis apa saja tanpa perlu memikirkan bentuk atau isi. “Sesi ini tidak difokuskan pada ketepatan, tetapi pada kesempatan untuk para peserta menyadari bahwa mereka memiliki kemampuan untuk menulis,” pungkasnya.

Narabahasa berharap pelatihan ini mampu meningkatkan kesadaran peserta akan pentingnya menulis secara efektif, kreatif, dan kontekstual sesuai dengan kebutuhan bidang masing-masing. Narabahasa percaya keterampilan menulis yang otentik dan kontekstual menjadi kompetensi krusial agar SDM tetap relevan, bernilai, dan tidak tergantikan oleh mesin.

Penulis: Tuah Ananda Setiawan

Penyunting: Rifka Az-zahra

Anda mungkin tertarik membaca

Tinggalkan Komentar