Kinara Episode Ke-65: Menulis Adalah Ruang Aman

oleh Narabahasa

Narabahasa kembali melaksanakan Kicauan Narabahasa (Kinara) pada Sabtu, 14 Februari 2026. Pada episode ke-65 tersebut, Narabahasa berdiskusi dengan Aghnia Tazqiah, penulis buku Melahirkan Ibu. Episode ini dipandu oleh Tyas Kusuma sebagai moderator dan dilaksanakan pada pukul 19.00–20.00 WIB di Spaces X.

Aghnia Tazqiah, sering disapa Aghnia, merilis buku kumpulan puisi berjudul Melahirkan Ibu pada Mei 2025. Melahirkan Ibu adalah karya buku pertamanya. Buku tersebut masuk ke Nominasi 10 Besar Buku Sastra Pilihan Tempo 2025 kategori Puisi. Tyas memulai diskusi dengan langsung menanyakan pemilihan tema buku ini. Menurut Aghnia, tema tentang ibu justru bukan fokus utama ketika menulis puisi-puisi tersebut. Puisi-puisinya berangkat dari pengalaman menulis di Arena Studi Apresiasi Sastra (ASAS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). “Ketika draf buku Melahirkan Ibu dibaca oleh pembimbing di ASAS, beliau melihat ada tiga kata kunci dalam karya tersebut, yaitu ibu, batu, dan aku,” ungkapnya.

Aghnia juga menjelaskan bahwa konsep ibu dalam karyanya hadir sebagai bentuk personal maupun simbolis. “Bentuk-bentuk tersebut hadir dalam Melahirkan Ibu. Misalnya, ibu manusia batu yang menyimbolkan sosok ibu yang telah meninggal,” ujarnya.

Melanjutkan pernyataan tersebut, Tyas menanyakan proses kreatif untuk menghasilkan karya yang emosional tersebut. Aghnia menjelaskan lima tahap yang ia gunakan untuk menulis dan menghasilkan Melahirkan Ibu. “Tahapan saya adalah persiapan, inkubasi, inspirasi, penulisan, revisi. Pada tahap persiapan, saya melakukan penghayatan dan pengamatan terhadap pengalaman pribadi. Hasilnya saya kurasi dan tentukan konsep penyampaiannya yang ideal. Lalu, konsep tersebut saya tulis. Terakhir, pada tahap revisi saya akan meninjau banyak hal mengenai isi, seperti kelogisan kalimat,” jelasnya.

Untuk menutup Kinara kali ini, Aghnia mengajak Kerabat Nara yang ingin menulis untuk jangan pernah merasa takut untuk berkarya. “Menulis adalah ruang yang aman untuk kita, ruang yang dapat menjadi tempat untuk mengungkapkan perasaan serta pikiran. Apalagi jika bercita-cita menjadi seorang penulis, jangan pernah takut untuk menulis,” ujarnya.

Narabahasa berharap diskusi ini dapat membuka wawasan Kerabat Nara mengenai proses kreatif di balik sebuah buku puisi. Lebih lanjut, diskusi ini dapat menjadi pemantik bagi Kerabat Nara untuk mulai berkarya dengan menulis mengenai perasaan serta pengalaman. 

Penulis: Tuah Ananda Setiawan

Penyunting: Rifka Az-zahra

Anda mungkin tertarik membaca

Tinggalkan Komentar