BI Kalteng Perkuat Kemampuan Menulis Laporan bersama Narabahasa

oleh Narabahasa

Narabahasa menjadi narasumber pada kegiatan pelatihan bersama Bank Indonesia (BI) Kalimantan Tengah (Kalteng). Kegiatan ini berlangsung tiga kali pada Selasa–Rabu, 3–4 Februari secara luring di Kantor Perwakilan BI Kalteng, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dan Senin, 9 Februari 2026 secara daring. Seluruh rangkaian kegiatan diikuti oleh perwakilan karyawan dari 14 kabupaten dan 1 provinsi. 

Rangkaian kegiatan ini memiliki topik “Penyusunan One Page Summary untuk TPID”. Topik ini berangkat dari kewajiban para peserta untuk melaporkan program yang telah dilaksanakan untuk mengendalikan invasi daerah pada 2025. Pada hari pertama, kegiatan dilaksanakan dalam bentuk gelar wicara dan berlangsung pada pukul 13.00–16.00 WIB. Lalu, pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan bimbingan teknis kepada para peserta pada pukul 09.00–16.00 WIB. Pada hari ketiga, peninjauan terhadap hasil kerja peserta dilakukan pada pukul 13.00–16.00 WIB.

Pelatihan ini dihadiri oleh Ivan Lanin sebagai pemateri. Pada sesi gelar wicara, Ivan Lanin mengungkapkan salah satu tantangan yang sering dihadapi ketika menulis. “Terkadang seseorang memang mengalami kesulitan untuk bercerita, terutama ketika harus menceritakan apa yang sudah mereka lakukan,” ujarnya. Dalam menghadapi permasalahan tersebut, Ivan menyederhanakan struktur templat laporan yang selama ini para peserta gunakan. “Secara sistematis, laporan yang akan dikerjakan dapat berisikan masalah, solusi atau intervensi, dan hasil,” ungkapnya.

Menurut Ivan, penyederhanaan tersebut akan memudahkan para peserta untuk menulis dengan alur yang dapat dipahami oleh pembaca. Pada sesi bimbingan teknis, para peserta diminta mengerjakan laporan berdasarkan sistematika yang telah dijelaskan sebelumnya. Hasil dari penulisan tersebut akan ditinjau dan dibahas pada pertemuan ketiga. 

Pada sesi peninjauan, sembilan perwakilan memberikan hasil laporan yang telah mereka bentuk di sesi sebelumnya. Walaupun kegiatan ini bersifat sukarela, para peserta tetap hadir dengan antusiasme yang tinggi. Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan laporan peserta telah sesuai dengan standar, bahkan dapat diteruskan untuk mengikuti lomba yang diadakan oleh Kemenko Perekonomian. Menurut Ivan, hasil yang diterima cukup memuaskan dibandingkan hasil laporan sebelumnya.

Narabahasa berharap pelatihan ini tidak berhenti pada penyusunan laporan semata, tetapi juga membentuk budaya menulis yang lebih efektif, ringkas, dan berdampak di lingkungan BI Kalteng. Melalui penyederhanaan struktur dan pendampingan langsung, Narabahasa mendorong para peserta untuk makin percaya diri dalam menyampaikan program dan capaian kerja mereka secara jelas dan terukur.

Penulis: Tuah Ananda Setiawan

Penyunting: Rifka Az-zahra

Anda mungkin tertarik membaca

Tinggalkan Komentar