Kalimat majemuk kompleks adalah bentuk lanjutan dari kalimat kompleks atau kalimat majemuk bertingkat. Apabila kalimat kompleks memiliki dua klausa atau lebih, kalimat majemuk kompleks terdiri atas tiga klausa atau lebih. Dua di antara klausa dalam kalimat ini berdiri sebagai klausa utama. Sementara itu, klausa lainnya berfungsi sebagai klausa subordinatif yang bertugas untuk memperluas klausa utama.

Supaya lebih jelas, perhatikan beberapa contoh di bawah ini.

  1. Kapten tim kami setuju dengan keputusan wasit menganulir gol tersebut, tetapi pemain lawan menentang karena mereka merasa tidak tidak terjebak offside.
  2. Morello mengumumkan bahwa ia akan merilis album solo terbarunya dan gitaris band RATM itu berjanji akan melakukan eksperimen paling gila yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Contoh pertama merupakan kalimat majemuk kompleks yang terdiri atas dua klausa utama, yaitu kapten tim kami setuju dengan keputusan wasit menganulir gol tersebut dan pemain lawan menentang. Klausa subordinatif kalimat tersebut adalah karena mereka merasa tidak terjebak offside. Dalam kalimat tersebut, klausa subordinatif merupakan perluasan dari klausa pemain lawan menentang.

Sementara itu, contoh kedua terdiri atas dua kalimat kompleks, yaitu Morello mengumumkan bahwa ia akan merilis album solo terbarunya dan gitaris RATM itu berjanji akan melakukan eksperimen paling gila yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Konstituen bahwa ia akan merilis album solo terbarunya adalah klausa subordinatif pada Morello mengumumkan bahwa ia akan merilis album solo terbarunya. Sementara itu, konstituen (ia) akan melakukan eksperimen paling gila yang belum pernah dilakukan sebelumnya merupakan klausa subordinatif pada gitaris RATM itu berjanji akan melakukan eksperimen paling gila yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Perhatikan bagan berikut.

 

Rujukan:

  • Moeliono, Anton M., dkk. 2017. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Keempat. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
  • Sasangka, Sry Satriya Tjatur Wisnu, dkk. 2015. Seni Penyuluhan Bahasa Indonesia: Kalimat. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pemasyarakatan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Penulis: Yudhistira

Penyunting: Ivan Lanin