Program Pramubahasa adalah program bermagang di Narabahasa bagi mahasiswa strata 1 (S-1) yang memiliki renjana untuk bekerja dalam bidang jasa bahasa. Kata “pramubahasa” diciptakan khusus—dari gabungan bentuk terikat “pramu-“ dan kata “bahasa”—sebagai suatu nama panggilan kesayangan yang khas bagi peserta program ini. Pembentukan kata itu dilakukan melalui analogi dengan kata serupa, seperti “pramugari” dan “pramuwisata”, untuk mewujudkan muruah para pemberi jasa dalam bidang bahasa.

Pada 29 September 2020, Pramubahasa angkatan I, yaitu Eben Haezar, Harrits Rizqi, Mochamad Alviensyah, dan Qinthara Silmi, resmi lulus dan diangkat menjadi Pramunara. Seremoni kelulusan mereka dibarengi dengan penyambutan Pramubahasa angkatan II yang dihelat secara virtual dalam acara Kumpul di Rumah: Lepas Sambut Pramubahasa.

Dimulai pada pukul 19.00 WIB, Lepas Sambut Pramubahasa berlangsung dengan suasana yang hangat. Pramunara dan Pramubahasa boleh mencamil di depan kamera masing-masing selama acara berlangsung dan tertawa bersama-sama. Ada pemutaran video dokumentasi menyangkut proses perekrutan dan momen-momen lucu selama Pramubahasa angkatan I bekerja. Selain itu, ada pula induksi atau pengenalan organisasi. Identitas, sistem, struktur, layanan, dan pengalaman Narabahasa disosialisasikan kepada Elisabeth Kivana, Nadia Virdhani, dan Nabila Azhari sebagai Pramubahasa angkatan II. Saking terlalu seru, acara ini berakhir cukup larut, yakni pukul 21.30 WIB, ditutup dengan penampilan Mas Eben yang memetik gitar dan menyanyikan lagu “Tentang Rumahku” milik Dialog Dini Hari.

Bergabungnya Pramubahasa angkatan II tentu melengkapi keutuhan tim dan menambah semangat Narabahasa dalam menyambut kuartal akhir 2020. Meskipun belum bisa bertatap muka secara langsung, semoga koordinasi antardivisi bisa tetap terjalin dengan baik. Semoga juga, pandemi ini bisa lekas berlalu sehingga Lepas Sambut Pramubahasa berikutnya dapat diadakan dengan lebih intim.

 

Penulis: Yudhistira

Penyunting: Dessy Irawan