Sewaktu kecil dulu, saya sering bermain Scrabble bersama keluarga. Scrabble adalah permainan menyusun kata dalam bahasa Inggris di atas papan. Setiap huruf memiliki poinnya masing-masing dan sang pemenang akan ditentukan melalui penghitungan nilai di akhir sesi.

Kala itu, mungkin Google Translate belum dikenal oleh banyak kalangan. Keluarga saya selalu menyediakan satu buku kamus Inggris-Indonesia yang akan digilir sesuai kebutuhan para pemain. Lucu sekali jika mengingat betapa rajinnya kami membuka kamus dan menyisir ribuan lema. Tentu saja, sekarang kita lebih sering menggunakan kamus daring dan luring yang lebih praktis. Tinggal masukkan kata pada kolom pencarian, sebuah kata dan maknanya akan terungkap dalam sekejap.

Salah satu situs web yang memudahkan kita dalam mencari arti, turunan, bahkan baku atau tidaknya sebuah kata bahasa Indonesia adalah kbbi.kemdikbud.go.id, KBBI Daring yang dikembangkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Saat ini, KBBI sudah memasuki edisi kelima. Jumlah lema dan makna di dalamnya mencapai hingga 127.036. Tidak hanya daring, KBBI versi luring pun bisa diunduh pada ponsel pintar berbasis Android maupun iOS. Mulai dari khalayak umum, pelajar, pegiat bahasa, penulis, hingga editor bahasa, dapat mengakses KBBI dengan gratis.

Barangkali, pencarian yang paling umum dilakukan di KBBI adalah perihal kata baku dan tidak baku. Saya pun tidak jarang membuka KBBI untuk memastikan “mempercayai” atau “memercayai”. Perlu diketahui, baku atau tidaknya kata berkaitan dengan konteks penggunaan bahasa. Tentu tidak terlalu perlu menggunakan kata yang baku dalam percakapan sehari-hari bersama kerabat sebaya. Namun, dalam acara resmi, korespondensi kedinasan, atau tulisan bergaya bahasa ilmiah, misalnya, penggunaan kata baku sangat perlu diperhatikan.

Pada KBBI versi daring dan luring, kita bisa menelisik kata-kata yang baku dan tidak. Sebagai contoh, jika kita mengetik “mempercayai”, kita akan mendapatkan informasi bahwa kata yang baku adalah “memercayai”. Lantas muncul pertanyaan, mengapa KBBI tetap mencantumkan kata “mempercayai” padahal yang baku adalah “memercayai”? Mudah saja, KBBI adalah Kamus Besar Bahasa Indonesia yang merekam seluruh fenomena bahasa dalam masyarakat sebagai penggunanya. Hal itu bukan berarti bahwa kata nonbaku tidak dapat digunakan sama sekali.

 

Penulis: Yudhistira

Penyunting: Dessy Irawan