Seperti biasa, KBBI daring dimutakhirkan dua kali dalam setahun. Hasil dari pemutakhiran pertama pada tahun 2020 ini, yakni pada April, adalah penambahan 1.011 entri baru. Sebagian besar entri baru berasal dari kosakata bahasa daerah seperti Sunda, Aceh, Gayo, dan Dayak. Bahkan, kata seperti bento, jamur enoki, karage, dan sampaku juga tercatat dalam kamus daring kita. Saya juga menemukan bahwa kopi dalgona menjadi entri baru. Tentu kita tahu, kopi dalgona sempat menjadi tren pada media sosial sewaktu awal pandemi. Selain itu, ada pula perbaikan definisi dan contoh yang dinilai sudah tidak relevan. Perincian pemutakhiran KBBI daring pada April 2020 adalah sebagai berikut.

Entri Baru: 1.011

Makna Baru: 1200

Contoh Baru: 154

Perubahan Entri: 208

Perubahan Makna: 278

Perubahan Contoh: 13

Entri Nonaktif: 4

Makna Nonaktif: 6

Pemutakhiran berikutnya dilaksanakan pada bulan Oktober. Ada penambahan informasi etimologis dalam lema serapan dari bahasa Sanskerta. Kemudian, terdapat penambahan entri baru yang bersangkut paut dengan wabah Covid-19, perkulineran, nama negara, singkatan, serta kata tidak baku yang disertai dengan rujuk silang pada bentuk yang baku. Perinciannya adalah sebagai berikut. 

Informasi Etimologis: 931

Entri Baru: 1.097

Makna Baru: 1.113

Contoh Baru: 229

Perubahan Entri: 45

Perubahan Makna: 44

Perubahan Contoh: 1

Entri Nonaktif: 6

Apabila dibandingkan, kita bisa melihat bahwa jumlah entri yang ditambahkan pada Oktober 2020 lebih banyak daripada April 2020, dengan selisih 86 entri. Jumlah contoh baru pada bulan Oktober juga lebih banyak. Sisanya, yakni perubahan entri, perubahan makna, perubahan contoh, dan entri nonaktif, mengalami penurunan pada pemutakhiran kedua.

Hal menarik lainnya yang dapat kita ketahui dari pemutakhiran sepanjang 2020 adalah masuknya entri bucin, cuti haid, reviu, oalah, masker hijab, perusahaan rintisan, dan prakerja. Lebih-lebih, saya baru tau bahwa perasaan takut terhadap keadaan menganggur disebut tasofobia.

#KBBI #Pemutakhiran

Rujukan: KBBI Daring

Penulis: Yudhistira

Penyunting: Ivan Lanin