Selama menulis artikel di situs web Narabahasa, saya mengandalkan beberapa buku sebagai bahan referensi. Dari senarai buku itu, saya bisa mengetahui berbagai macam hal seputar bahasa Indonesia, mulai dari ejaan, pembentukan kata, konstruksi kalimat, paragraf, hingga wacana.

Berikut ini adalah rekomendasi buku-buku—yang saya anggap penting—seputar bahasa Indonesia yang bisa membantu Kerabat Nara dalam mempelajari bahasa kita.

  1. Pesona Bahasa: Langkah Awal Memahami Linguistik (2005)

Buku ini langsung saya dapatkan pada semester satu semasa perkuliahan dulu. Terang saja, salah satu dosen saya mengatakan bahwa ini adalah buku yang wajib dipegang oleh segenap mahasiswa sastra dan bahasa. Awalnya, saya ragu. Saya membatin, “Ah, mungkin pada semester-semester berikutnya, buku ini tidak lagi diperlukan.” Ternyata saya keliru. Hingga hari ini, buku Pesona Bahasa: Langkah Awal Memahami Linguistik masih menjadi salah satu rujukan utama saya dalam menulis. 

Buku yang disunting oleh Kushartanti, Untung Yuwono, dan Multamia Lauder ini terdiri atas tiga bagian besar. Bagian pertama berjudul “Mengenal Bahasa dan Linguistik”. Di sini, pembahasan berputar pada batasan bahasa dan linguistik; aspek kognitif, aspek fisiologis, dan aspek sosial bahasa; serta sejarah aksara dan ejaan. Kemudian, pada bagian kedua yang berjudul “Menganalisis Bahasa”, buku ini mulai memasuki cabang-cabang linguistik, seperti fonologi, morfologi, leksikon, sintaksis, semantik, pragmatika, dan wacana. Sementara itu, “Menjelajahi Linguistik” sebagai bagian ketiga membahas tipologi bahasa, tokoh-tokoh linguistik abad ke-20, dan kajian-kajian linguistik lain, seperti kajian terapan dan interdisiplin.

  1. Linguistik Umum (2007)

Abdul Chaer merupakan salah satu peneliti linguistik yang produktif. Beliau sudah menerbitkan banyak buku mengenai bahasa Indonesia. Pada bagian awal Linguistik Umum, Chaer menjelaskan sisi ilmiah cabang linguistik, subdisiplin linguistik, dan manfaat linguistik. Setelah itu, bahasa sebagai objek kajian linguistik dikupas berdasarkan sifat dan klasifikasinya. Pembahasan di buku ini kemudian berlanjut pada tataran fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. 

Isi buku ini cukup lengkap dan dapat melengkapi buku sebelumnya. Bahkan sejujurnya, saya sering kali membuka Pesona Bahasa: Langkah Awal Memahami Linguistik dan Linguistik Umum dalam waktu yang bersamaan.  

  1. Tata Bahasa Deskriptif Bahasa Indonesia: Sintaksis (1985)

Buku ini telah berusia 36 tahun. Meskipun demikian, Tata Bahasa Deskriptif Bahasa Indonesia: Sintaksis masih terbilang relevan untuk digunakan saat ini. Di sini, Kridalaksana dkk. membedah setiap kategori kata berdasarkan sifat, fungsi, dan contoh penggunaannya. Buku ini juga mengupas ihwal frasa, klausa, kalimat, dan wacana.

  1. Kamus Linguistik Edisi Keempat (2008)

Linguistik penuh dengan istilah. Terkadang, saya kelabakan untuk memahaminya. Namun, berkat buku ini, saya jadi sedikit terbantu. Kridalaksana menghimpun lebih dari tiga ribu istilah yang mencakup linguistik deskriptif, linguistik historis komparatif, fonetik, stilistika, etnolinguistik, filologi, semiotika, epigrafi, paleografi, pengajaran bahasa, penerjemahan, leksikografi, pembinaan bahasa, dan sejarah linguistik. Selain itu, buku ini juga memuat entri berupa tokoh linguistik beserta biodata singkat.

  1. Seri Penyuluhan (2015–2016)

Pada rentang 2015–2016, Pusat Pengembangan dan Pembinaan Bahasa mengeluarkan buku seri penyuluhan bahasa Indonesia. Ada lima buku. Buku yang pertama berjudul Seri Penyuluhan Bahasa Indonesia: Bentuk dan Pilihan Kata (2015). Di sini, kita bisa mengetahui bentuk kata dasar dan kata berimbuhan, pembentukan kata dengan afiksasi, dan kiat-kiat dalam memilih kata yang tepat.

Kemudian, seri yang kedua, yaitu Seri Penyuluhan Bahasa Indonesia: Ejaan (2015), memaparkan sejarah ejaan bahasa Indonesia, pemakaian huruf, penulisan kata, penggunaan tanda baca, dan penulisan unsur serapan. Buku ini bisa menjadi pelengkap Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia.

Seri yang ketiga adalah Seri Penyuluhan Bahasa Indonesia: Kalimat (2015). Pembahasan terperinci mengenai frasa dan klausa bisa kita temukan di sini. Lebih dari itu, kita bisa mempelajari kalimat dasar, simpleks, kompleks, majemuk, dan majemuk kompleks lewat buku ini.     

Lalu, dalam Seri Penyuluhan Bahasa Indonesia: Paragraf (2015), kita bisa belajar untuk membangun paragraf-paragraf yang padu. Ternyata, dalam menyusun sebuah paragraf, sebaiknya kita menekankan kesatuan, kepaduan, kelengkapan, ketuntasan, keruntutan, dan konsistensi. Selain itu, buku ini juga akan memberikan informasi kepada kita mengenai jenis-jenis paragraf, pola pengembangannya, dan tipe-tipe pernalaran.

Buku yang terakhir adalah Seri Penyuluhan Bahasa Indonesia: Tata Istilah (2016). Lewat buku ini, barangkali rasa penasaran kita terhadap proses pembentukan istilah dalam bahasa Indonesia bisa terbayarkan. Istilah dapat dibentuk lewat penerjemahan, penyerapan, penerjemahan dan penyerapan, serta perekaciptaan. 

Saya rasa, seri penyuluhan ini penting sekali untuk dibaca oleh murid sekolah, mahasiswa, guru, dan dosen, khususnya mereka yang bergelut di bidang kebahasaan. Toh, seri buku tersebut dapat diunduh dengan gratis.

  1. Diksi dan Gaya Bahasa (2006)

Buku ini ditulis oleh Gorys Keraf. Diksi dan Gaya Bahasa memaparkan sejarah retorika sebagai pemicu kemunculan gaya bahasa. Buku ini adalah salah satu rujukan tepercaya, menurut saya, yang menuliskan klasifikasi majas secara lengkap. Coba, Kerabat Nara tahu apa itu majas enumerasi? Apa perbedaan ironi, sinisme, sarkasme, dan satire? Semua itu dijelaskan di dalam buku ini.

  1. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (2017)

Buku ini disusun oleh Anton M. Moeliono, Hans Lapoliwa, Hasan Alwi, Sry Satriya Tjatur Wisnu Sasangka, dan Sugiyono. Di sini, kita akan menemukan pembahasan yang detail seputar verba, adjektiva, adverbia, nomina, pronomina, numeralia, kata tugas, kalimat, dan lain-lain. Melalui 589 halaman yang ada pada buku ini, kita bisa benar-benar memasuki bahasa Indonesia sebab Moeliono dkk. mengangkat contoh-contoh keseharian yang kemudian dianalisis secara linguistik. 

Di atas tadi adalah tujuh buku yang saya anggap penting ketika kita ingin mempelajari seluk-beluk bahasa Indonesia. Dengan membacanya satu per satu, pengetahuan kita tentang bahasa Indonesia bisa semakin terbuka. Kemampuan kita dalam menulis dan berujar pun dapat senantiasa terasah. Misalnya, ketika kita mengetahui ciri-ciri kalimat efektif, kita mungkin bisa terpacu untuk menulis dan berujar dengan efektif pula. 

Tentu saja, selain daftar tersebut, masih banyak buku lain yang tidak kalah esensial, seperti Masa Lampau Bahasa Indonesia: Sebuah Bunga Rampai (Harimurti Kridalaksana [ed.], 1991) dan Masa-Masa Awal Bahasa Indonesia (Harimurti Kridalaksana, 2010). Lebih dari itu, kerap kali saya juga mencari jurnal-jurnal daring yang dapat saya acu dalam tulisan. Semoga rekomendasi ini bisa berguna bagi Kerabat Nara, ya!

 

Rujukan:

  • Chaer, Abdul. 2007. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta
  • Keraf, Gorys. 2006. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  • Kridalaksana, Harimurti, dkk. 1985. Tata Bahasa Deskriptif Bahasa Indonesia: Sintaksis. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
  • Kridalaksana, Harimurti. 2008. Kamus Linguistik Edisi Keempat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  • Keraf, Gorys. 2006. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  • Kushartanti, dkk. (ed). 2005. Pesona Bahasa: Langkah Awal Memahami Linguistik. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama.
  • Moeliono, Anton M., dkk. 2017. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Keempat. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
  • Mustakim. 2015. Seri Penyuluhan Bahasa Indonesia: Bentuk dan Pilihan Kata. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pemasyarakatan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
  • Sasangka, Sry Satriya Tjatur Wisnu. 2015. Seri Penyuluhan Bahasa Indonesia: Kalimat. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pemasyarakatan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
  • Sriyanto. 2015. Seri Penyuluhan Bahasa Indonesia: Ejaan. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pemasyarakatan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
  • Suladi. 2015. Seri Penyuluhan Bahasa Indonesia: Paragraf. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pemasyarakatan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
  • Qodratillah, Meity Taqdir. 2016. Seri Penyuluhan Bahasa Indonesia: Tata Istilah. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pemasyarakatan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. 

Penulis: Yudhistira

Penyunting: Ivan Lanin