Hari ini, saya menemukan satu istilah yang selama ini telah saya cari, yakni sindrom sindrom akronim redundant (sindrom SAR)kamus kita belum mencatat kata redundan. Sindrom SAR adalah akronim dan singkatan yang mubazir.

Judul artikel ini menggambarkan sindrom tersebut, Kerabat Nara. Selain itu, nama sindrom SAR juga sudah mencerminkan kelewahan itu sendiri, berdiri sebagai sebuah sindiran. Perlu diketahui, sindrom SAR juga dikenal dengan sebutan PNS syndrome yang kepanjangannya adalah PIN number syndrome syndrome. Bahkan, kalau mau dipecah lebih lanjut, ia adalah personal identification number number syndrome syndrome.

Istilah sindrom SAR pertama kali dicetuskan oleh Stanley Newman pada 2001. Beliau merupakan seorang penulis pada majalah New Scientist. Istilah yang dibuatnya itu menyasar kepada orang-orang yang sering mengatakan PIN number, ATM machine, dan LCD display. Apabila diudar, ketiganya adalah personal identification number number, automatic teller machine machine, dan liquid crystal display display. Mubazir, ‘kan?

Tanpa disadari, barangkali kita juga pernah atau masih ‘menderita’ sindrom SAR. Nasgor goreng, misalnya. Contoh lain adalah nobar bareng. Sekilas, nonton bareng-bareng terdengar wajar. Namun, sayangnya bareng sudah bermakna ‘bersama-sama’ sehingga nobar bareng merupakan bentuk kelewahan. Terlebih, saya juga pernah mendengar seseorang mengucapkan nomor NIK yang berarti nomor nomor induk kependudukan.

Sindrom ini, saya rasa, mudah sekali kita temukan dalam keseharian. Bukan cuma orang lain saja ‘penderitanya’, kita pun. Mungkin saja, karena orang lain sering berujar mesin ATM, kita jadi ikut terbiasa. Cara terbaik untuk ‘sembuh’ dari sindrom SAR adalah meninjau tulisan dan perkataan dengan teliti, rajin membuka kamus, bahkan memeriksa asal-usul akronim dan singkatan di internet.

#sindromSAR #akronim #singkatan

Rujukan:

  • Memmott, Mark. 2015. “Do You Suffer From RAS Syndrome?”. Diakses pada 20 Desember 2021.
  • Readers’ Digest. 2021. “15 Redundant Words That Make You Sound Ignorant”. Diakses pada 20 Desember 2021.

Penulis: Yudhistira

Penyunting: Ivan Lanin