Pronomina adalah kelas kata yang mengacu pada orang atau benda dan berfungsi menggantikan nomina. Nomina yang digantikan oleh pronomina dinamakan anteseden. Kategori kata ini dapat diklasifikasikan berdasarkan relasinya dengan nomina dan kejelasan referen atau unsur yang diacu.

 

Relasi dengan Nomina

Unsur yang diacu oleh nomina bisa terdapat di dalam dan di luar wacana. Apabila referennya berada di dalam, pronomina itu bersifat intratekstual. Perhatikan contoh berikut.

  1. Cavani adalah ujung tombak Manchester United. Tendangannya kencang.
  2. Cavani adalah ujung tombak Manchester United. Dia buas dalam mencetak gol.

Pada dua contoh di atas, Cavani sebagai anteseden diganti dengan pronomina -nya dan dia. Perlu dicatat, pronomina yang terletak setelah anteseden memiliki sifat anaforis.

  1. Dengan tendangannya yang kencang, Cavani berhasil membalikkan kedudukan.
  2. Dia melewati beberapa pemain belakang dan melesakkan bola ke dalam gawang lawan. Cavani pun berhasil membalikkan kedudukan.

Seperti pada contoh di atas, -nya dan dia terletak sebelum Cavani. Pronomina yang berposisi sebelum anteseden memiliki sifat kataforis.

Selain pronomina intratekstual, ada pula pronomina ekstratekstual yang referennya berada di luar wacana dan bersifat deiktis. Contohnya adalah sebagai berikut.

  1. Ya, hal itu yang aku maksud.
  2. Aku sangat mencintainya.
  3. Jangan kamu abaikan perintah ini!

 

Kejelasan Referen

Berdasarkan jelas atau tidaknya referen, pronomina tergolong menjadi pronomina takrif dan taktakrif. Menurut Kridalaksana, pronomina takrif hanya terbatas pada pronomina persona. Perhatikan tabel berikut.

Tunggal Jamak
Pronomina persona orang pertama saya, aku kami, kita
Pronomina persona orang kedua kamu, engkau, Anda kalian, kita, kamu sekalian
Pronomina persona orang ketiga ia, dia, beliau mereka

Sebagai tambahan, Moeliono dkk. dalam Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Keempat (2017) juga mengatakan bahwa -nya dapat berdiri sebagai pronomina persona orang ketiga untuk menyatakan kepemilikan.  

Sementara itu, pronomina persona taktakrif mengacu pada orang atau benda tertentu lewat sebutan seseorang, sesuatu, siapa, apa-apa, anu, dan sebagainya.

 

Rujukan:

  • Kridalaksana, Harimurti, dkk. 1985. Tata Bahasa Deskriptif Bahasa Indonesia: Sintaksis. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
  • Moeliono, Anton M., dkk. 2017. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Keempat. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Penulis: Yudhistira

Penyunting: Ivan Lanin