Baju baru saya sedang dicuci. Pada kalimat itu, kata baru menjelaskan baju, sedangkan sedang menerangkan dicuci. Kata yang menerangkan kata lain itu disebut kata keterangan atau adverbia. Adverbia itu seperti kutu loncat. Ia dapat terletak sebelum (letak kiri) atau sesudah (letak kanan) kata yang diterangkannya. 

Adverbia letak kiri dapat menerangkan adjektiva (kata sifat), verba (kata kerja), atau nomina (kata benda). Contoh adverbia yang terletak sebelum kata yang diterangkannya dapat dilihat di bawah ini.

  1. Orang itu sangat bangga dengan anaknya.
  2. Saya akan pergi ke Bandung.
  3. Dia bukan perempuan yang saya cari.

Adjektiva, verba, atau nomina juga dapat diterangkan oleh adverbia letak kanan. Contoh adverbia yang terletak setelah kata yang diterangkannya dapat dilihat di bawah ini.

  1. Permainan tim itu bagus sekali.
  2. Sebaiknya kamu pulang saja.
  3. Tampaknya saya lagi yang akan dimarahi Ibu.

Beberapa adverbia dapat diletakkan baik sebelum maupun sesudah kata yang diterangkannya. Berikut contoh adverbia letak bebas itu.

  1. Anak itu selalu gembira.
  2. Anak itu gembira selalu.
  3. Kemarin ia kembali bekerja.
  4. Kemarin ia bekerja kembali.

Ada juga adverbia yang terdiri atas dua kata yang digunakan sebelum dan sesudah kata yang diterangkannya. Contoh kalimat adverbia berpasangan terpisah itu dapat dilihat di bawah ini.

  1. Bukan dia saja yang dapat membantumu.
  2. Mahasiswa itu belum lulus juga.
  3. Kamu sangat baik sekali.
  4. Kami hanya meneruskan saja pesan dari pemimpin kami.

Kalimat #1 dan #2 dapat digunakan dalam ragam formal, sedangkan kalimat #3 dan #4 hanya dipakai dalam ragam informal (Moeliono dkk. 2017, hlm. 244).

Selain berfungsi sebagai atribut atau pewatas kata atau frasa seperti di atas, adverbia dapat pula berfungsi sebagai keterangan pada tataran klausa (fungsi adverbial). Ketika berfungsi sebagai keterangan pada klausa, letak adverbia dapat diubah dan dapat juga dilesapkan atau dihilangkan. Berikut contohnya.

  1. Memang orang itu sahabat saya.
  2. Orang itu sahabat saya, memang.
  3. Orang itu (memang) sahabat saya.

Luar biasa adverbia ini, ya? Ia seperti kutu loncat yang dapat berpindah-pindah sesuka hatinya.

Rujukan

  • Moeliono, Anton M., Hans Lapoliwa, Hasan Alwi, Sry Satrya Tjatur Wisnu Sasangka, dan Sugiono. 2017. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Edisi Keempat. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
  • Sasangka, Sry Satrya Tjatur Wisnu, Titik Indiyatini, dan Nantje Harijati Widjaja. 2000. Adjektiva dan Adverbia dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional.

 

Penulis: Ivan Lanin

Penyunting: Harrits Rizqi