Sebelumnya saya sudah menyinggung bahwa ciri fonologis bahasa Indonesia dapat tecermin melalui pola gugus dan deret fonem. Lebih dari itu, fonotaktik atau struktur fonemis juga dapat memetakan pola pembentukan silabel dan kata dalam bahasa Indonesia berdasarkan urutan vokal dan konsonannya. Dalam Kamus Linguistik Edisi Keempat (2008), fonotaktik didefinisikan sebagai ‘urutan fonem yang dimungkinkan dalam suatu bahasa’.

Dalam ragam baku, Kentjono mencatat bahwa fonotaktik bahasa Indonesia memiliki sebelas pola silabel, yaitu V, VK, KV, dan KVK, serta VKK, KKV, KKVK, KVKK, KKVKK, KKKV, dan KKKVK. Dulu, sewaktu kuliah, saya pernah diminta untuk memetakan kata-kata dalam bahasa Indonesia berdasarkan pola fonotaktiknya. Berikut saya lampirkan sedikit.

Pola Contoh
V a.ser.tif, a.yam, bu.a.ya, 
VK is.tri, as.bak, ob.li.ga.si
KV mu.da, lo.kal, sa.bi
KVK bru.tal, sim.pan, hi.dup
VKK au.di.ens
KKV as.tro.no.mi, gra.tis, hi.dro
KKVK ki.lo.gram, as.tral
KVKK kon.teks
KKVKK kom.pleks
KKKV stra.te.gi, stra.ta
KKKVK struk.tur, in.struk.si

 Di luar itu, berdasarkan penelitian berjudul “Kajian Fonotaktik Bahasa Indonesia” oleh Zamzani, ada juga pola KVKKK yang diwakili oleh kata korps.

Beberapa pola fonotaktik bahasa Indonesia barangkali bisa ditemukan dalam bahasa lain. Namun, tentu tidak sepenuhnya sama. Lebih dari itu, pengisi vokal dan kosonan dalam pola fonotaktiknya juga tidak sama seratus persen. Misalnya, bahasa Inggris tidak memiliki suku kata yang diawali dengan /ŋ/, sedangkan di dalam bahasa Indonesia kita menemukan ngilu dan nganga.

 

Rujukan:

  • Kridalaksana, Harimurti. 2008. Kamus Linguistik Edisi Keempat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  • Kushartanti, dkk. (ed). 2005. Pesona Bahasa: Langkah Awal Memahami Linguistik. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama.
  • Zamzani. 2006. “Kajian Fonotaktik Bahasa Indonesia”. Dalam Jurnal Litera Vol. 5 No. 1, Januari (hlm. 24–37). Yogyakarta: Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Yogyakarta.

Penulis: Yudhistira

Penyunting: Ivan Lanin