> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Tabah Spesial Bulan Bahasa: Mengulik Peran Produktif Membaca dalam Membentuk Pola Asuh Anak
- URL: https://narabahasa.id/berita/tabah-spesial-bulan-bahasa-mengulik-peran-produktif-membaca-dalam-membentuk-pola-asuh-anak/
- Published: 2026-10-16T05:11:00.000Z
- Updated: 2026-10-24T05:15:51.000Z
- Author: Narabahasa
- Tags: berita

Dalam rangka merayakan Bulan Bahasa dan Sastra 2026, Narabahasa menyelenggarakan program Tanya Jawab Kebahasaan (Tabah) Episode Ke-188 bersama Buibu Baca Buku (BBB) Book Club. Program yang bertajuk “Bahasa dalam Pola Asuh” ini diselenggarakan pada Jumat, 9 Oktober 2026, pukul 19.00 s.d. 20.00 WIB melalui siaran langsung Instagram. Berbeda dengan gelaran sebelumnya, Tabah kali ini tak hanya membahas seputar kebahasaan, tetapi juga menyoroti peran produktif membaca dalam mendampingi tumbuh kembang anak. 

Siaran langsung dibuka oleh Faeza Rizka Aulia sebagai moderator yang menyambut Ivan Lanin, Endita D. Priyasti, dan Rahajeng S.R. Wiwaha. Diskusi diawali dengan cerita mengenai awal mula terbentuknya komunitas ini melalui penjelasan singkat oleh Endita. Ia menuturkan bahwa komunitas BBB ini didirikan oleh Puty Puar dengan tujuan untuk memberdayakan peran perempuan, terutama para ibu, agar tetap memiliki kesempatan membaca, mengembangkan kemampuan berpikir, dan belajar melalui komunitas. “Bermula dari Instagram pada 2020, BBB mulai mengadakan diskusi rutin, lalu beralih ke Zoom dan kini telah berkembang menjadi komunitas resmi,” tutur Endita. 

Sementara itu, Rahajeng membagikan cara anggota BBB dalam membagi waktu agar dapat menjalankan perannya sebagai iIbu, tetapi tetap produktif membaca dan menulis. “Biasanya kami selalu menyisihkan waktu selama sepuluh menit untuk membaca dan berdiskusi bersama anggota yang lain,” ujarnya. Menanggapi hal tersebut, Ivan jadi teringat pada kisah Almira Bastari, penulis novel *Home Sweet Loan*yang pernah vakum menulis dan baru memulainya lagi ketika sang anak sudah cukup besar. 

Memasuki usia ke-15 tahun ini, BBB memiliki sejumlah program rutin yang dilaksanakan secara daring dan luring. Programnya cukup menarik. Ada *reading challenge* yang menghadirkan penghargaan di akhir tahun, bedah buku dengan menjelajah ke berbagai bidang, membaca senyap, dan tantangan menulis ulasan. “Selain itu, biasanya BBB juga menghadirkan kompetisi menulis ulasan buku dengan tema berbeda-beda,” tambah Puty melalui kolom komentar siaran. Kegiatan BBB pun dirancang ramah anak sehingga para ibu tetap dapat mengikuti kegiatan literasi tanpa harus meninggalkan anak mereka.

Diskusi kemudian beralih membahas strategi orang tua dalam mengenalkan kosakata rumit yang sudah tercampur bahasa gaul kepada anak. Menanggapi hal itu, Ivan menekankan pentingnya mengelola makna, konteks, dan kepantasan kosakata tersebut sebelum menjelaskannya kepada anak. “Ketika dihadapkan \[pada situasi itu\], orang tua jangan dulu bereaksi dan mulai tanggapi dengan netral. Kita bisa mulai cari tahu dari mana anak mendengar kata tersebut, lalu jelaskan maknanya dan kaitkan kata tersebut dengan kosakata yang sudah sering mereka gunakan, tentu lewat bahasa yang lebih sederhana,” jelas Ivan. 

Dalam kesempatan yang sama, Endita mengungkapkan bahwa membaca buku fiksi dapat membantu seseorang memahami kesantunan berbahasa. Menurut Ivan, cerita fiksi yang ditulis dengan baik menghadirkan dunia beserta aturan sosial di dalamnya. Melalui cerita tersebut, anak dapat mempelajari cara tokoh berkomunikasi dengan orang yang sebaya maupun lebih tua.

Upaya menghubungkan literasi dengan kehidupan keluarga juga diwujudkan BBB Book Club melalui penerbitan *Seri Keluarga Panik* yang mengangkat isu perubahan iklim dan transisi energi. Endita menjelaskan bahwa seri buku tersebut merupakan bagian dari program literasi untuk ibu, khususnya dalam membantu orang tua membicarakan topik-topik kompleks bersama anak. 

Melalui hadirnya Tabah Episode Ke-188 ini, Narabahasa bersama BBB Book Club mengajak warganet untuk melihat pentingnya peran literasi dalam membentuk pola asuh anak. Membaca, menulis, dan berkomunikasi secara santun dapat menjadi kegiatan yang saling melengkapi dalam mendukung perkembangan anak.

Penulis: Jovita Dwi Swistika Murti

Penyunting: Rifka Az-zahra