> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Puncak Bulan Bahasa dan Sastra 2026 Badan Bahasa: Ivan Lanin Soroti Pentingnya Keteladanan Berbahasa
- URL: https://narabahasa.id/berita/puncak-bulan-bahasa-dan-sastra-2026-badan-bahasa-ivan-lanin-soroti-pentingnya-keteladanan-berbahasa/
- Published: 2026-11-03T08:20:37.000Z
- Updated: 2026-11-03T08:31:01.000Z
- Author: Jovita Dwi Swistika Murti
- Tags: berita

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) menyelenggarakan Puncak Bulan Bahasa dan Sastra 2026 pada Rabu, 28 Oktober 2026, pukul 14.00 s.d. 17.00 WIB di Plaza Insan Berprestasi, Kompleks Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jakarta. Ivan Lanin menghadiri acara yang bertajuk “Bahasa Indonesia Bermartabat, Indonesia Berdaulat” sebagai tamu undangan. 

Acara yang dibuka dengan pertunjukan tari kontemporer ini mempertemukan berbagai pihak yang berkontribusi terhadap pengembangan bahasa, seperti Adi Budiwiyanto dan Luh Anik Mayani, penggiat bahasa Indonesia. Secara resmi, Hafidz Muksin, Kepala Badan Bahasa, membuka acara ini yang disandingkan dengan pesan mendalam tentang sejarah kelahiran bahasa Indonesia pada Kongres Pemuda I pada 1926, lalu diteguhkan melalui Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928\. “Saya senang mendengar penekanan gagasan beliau mengenai satu abad perjalanan tersebut. Sebab, biasanya kita mengingat 1928 sebagai tonggak kelahiran bahasa Indonesia. Padahal, terdapat proses panjang berupa pemikiran dan perdebatan sebelum bahasa Indonesia lahir,” ungkap Ivan. 

![](https://narabahasa.id/content/images/2026/11/WhatsApp-Image-2026-11-03-at-15.13.47--1--2.jpeg)

Sumber: [**kemendikdasmen.go.id*](https://badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/berita-detail/5012/puncak-bulan-bahasa-2026-mendikdasmen:-bahasa-indonesia-harus-menjadi-tuan-rumah-di-negeri-sendiri?ref=narabahasa.id)

Gagasan tersebut juga selaras dengan sambutan Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, yang turut menekankan pentingnya menjunjung bahasa Indonesia sebagai tuan rumah di negeri sendiri. Ivan merasa bahwa gagasannya menyoroti penggunaan istilah asing yang masih mendominasi sehingga sejalan dengan prinsip Trigatra Bangun Bahasa yang berbunyi “Utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing”. 

**Apresiasi bagi Penggunaan Bahasa Indonesia**

Salah satu rangkaian yang menarik dari acara ini ialah penyerahan penghargaan kepada pihak-pihak yang berkontribusi mengembangkan bahasa Indonesia. Penghargaan terhadap penggunaan bahasa Indonesia dalam naskah dinas menarik perhatian Ivan. Tiga kementerian yang menerima penghargaan, antara lain, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas). 

“Saya cukup setuju Kementerian Keuangan mendapat penghargaan. Selain karena mereka kerap mengundang Narabahasa, saya tahu mereka memiliki perhatian terhadap penggunaan bahasa dalam dokumen resmi,” ujar Ivan. Ivan juga menuturkan bahwa penghargaan semacam ini dinilai penting untuk menunjukkan bahwa pembinaan bahasa bukan sekadar memperhatikan kaidah penggunaan, melainkan juga menjadi bagian dari tata kelola organisasi pemerintahan. 

**Menilai Keteladanan Berbahasa**

Menjelang acara puncak penganugerahan, Ivan mendapat permintaan dari Kepala Badan Bahasa untuk ikut mempertimbangkan sejumlah tokoh publik yang layak menerima Anugerah Kebahasaan. Menurut Ivan, penilaian tersebut dapat ditelaah melalui empat aspek, yakni ketepatan kosakata, keefektifan kalimat, penalaran isi tuturan, dan sosiopragmatik. 

Ivan menyebutkan bahwa sosiopragmatik memegang bobot terbesar, yaitu 40%. Hal ini didasari oleh gagasan bahwa kemampuan berbahasa tak hanya berhenti pada ketepatan kaidah, tetapi perlu menyesuaikan tuturan dengan aspek sosial dan konteks komunikasi. Meskipun kategori tokoh publik tidak diumumkan dalam acara puncak, Ivan tetap menyusun dan menyerahkan hasil pertimbangannya secara tertulis. “Penghargaan ini juga dapat menjadi pengingat akan pentingnya keteladanan berbahasa, terutama bagi tokoh yang memiliki ruang komunikasi luas di lingkungan masyarakat,” ungkap Ivan. 

Puncak Bulan Bahasa dan Sastra 2026 menjadi kesempatan bagi Ivan untuk menyaksikan beragam bentuk kontribusi terhadap bahasa Indonesia. Ia juga mengungkapkan bahwa lewat acara ini kita bisa melihat tiga wajah bahasa, yakni bahasa sebagai identitas bangsa, bahasa sebagai sarana berkesenian, dan bahasa sebagai perangkat kerja. Oleh karena itu, upaya memartabatkan bahasa Indonesia perlu diteruskan dalam berbagai ruang kehidupan, baik oleh individu maupun lembaga.

Penulis: Jovita Dwi Swistika Murti

Penyunting: Rifka Az-zahra