Salah satu buku yang saya banggakan karena bisa berada di rak buku saya adalah Kritik Sastra Indonesia Modern (2003). Buku ini ditulis oleh Rachmat Djoko Pradopo, seorang sastrawan dan guru besar di Universitas Gadjah Mada. Selain menulis sastra, beliau pun menulis esai-esai mengenai perjalanan kesusastraan Indonesia dan Kritik Sastra Indonesia Modern termasuk salah satunya.

Mengapa Kritik Sastra Indonesia Modern saya banggakan? Pertama, saya tidak tahu buku ini saya pinjam dari siapa. Mungkin juga ini adalah pemberian tante saya yang dulu berkuliah Sastra. Saya senang mengoleksi buku, apalagi buku yang bernas. Buku ini memuat informasi yang komprehensif mengenai kritik sastra. Inilah alasan kedua mengapa saya membanggakan Kritik Sastra Indonesia Modern. Pradopo menceritakan aliran-aliran kritik sastra di Indonesia dan diskusi mengenai sastra yang terjadi pada kurun waktu tertentu di Indonesia.

Selain Kritik Sastra Indonesia Modern, buku Pradopo yang saya baca (tidak saya miliki) adalah Pengkajian Puisi: Analisis Strata Norma dan Analisis Struktural dan Semiotik versi digital. Buku ini diterbitkan pertama kali pada 1987. Buku ini menghadirkan pemahaman mengenai analisis puisi dari segi bunyi, irama, diksi, gaya bahasa, dan makna. Pradopo juga melampirkan contoh analisis puisi terhadap karya-karya Chairil Anwar dan Amir Hamzah. Buku ini sungguh bermanfaat dan mudah untuk dimengerti oleh mereka yang baru ingin mempelajari analisis puisi.

Hari ini, saya baru mengetahui bahwa Bapak Pradopo telah berpulang pada 1 Juni 2023. Beliau dikenal sebagai sosok yang sederhana, yang pergi mengajar dengan sepeda motor. Selain itu, Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia UGM, Pujiharto, bilang bahwa Bapak Pradopo adalah sosok yang ramah terhadap siapa pun yang ingin belajar. Rumahnya terbuka bagi mahasiswa yang ingin belajar darinya. Prof. Dr. Ir. Mochammad Maksum selaku  Ketua Guru Besar Universitas Gadjah Mada menyatakan bahwa Bapak Pradopo adalah panutan sebagai ilmuwan, sastrawan, dan guru.

Selamat jalan, Pak Pradopo. Semoga semangat belajar dan kesederhanaanmu senantiasa tumbuh dalam jiwa kami.

 

Rujukan:

 

Penulis: Yudhistira

Penyunting: Ivan Lanin